Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
DPRD Kesal Permintaan Masyarakat Diabaikan, Pemda Rohil Mementingkan Ganti Gorden dan Karpet
PELITARIAU,Rohil- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kesal terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Rokan Hilir selalu menunda-nunda pelaksanaan pekerjaan penyambungan jalan alternatif antara sekeladi menuju Desa sekapas kecamatan Rantau Kopar. Jalan itu merupakan permintaan dari masyarakat saat melakukan reses dewan.
Kekesalan tersebut meluap saat melakukan haering antara Pemda dengan DPRD Rohil diruang aula sidang DPRD Rohil, Selasa (20/07/2016). Pasalnya jalur jalan alternatif sebagai penghubung antara kecamatan tersebut yang hanya lebih kurang dua kilometer dari tahun ke tahun selalu ditunda pengerjaannya. padahal jalan tersebut merupakan akses vital bagi perekonomian masyarakat
"Jalan yang hanya lebih kuran 2 kilo panjangnya sampai sekarang tak pernah disentuh, padahal itu penting karna akses utama bagi masyarakat yang tinggal dipedalaman sana, masyarakat sangat membutuhkan jalan itu, bahkan masyarakat didesa merasa tersisih akibat matinya akses yang tak bisa dilalui," ucap Afrizal saat dikonfirmasi wartawan Pleitariau.com, selasa (26/7).
lanjut Afrizal, pemerintah selama ini lebih mementingkan pengadaan pengantian gorden dan karpet. Tidak hanya itu, pemda Rohil juga menambahkan pengadaan mobil dinas untuk SKPD, sepeda motor dan leptop, ketimbang memperhatikan nasib masyarakat banyak.
"Akan tetapi untuk menyelesaikan pekerjaan yang menelan biaya sebanyak 2 milyar demi kepentingan umat hingga sekarang belum juga terealisasikan, jalan itu merupakan permintaan masyarakat saat melakukan reses dewan beberapa bulan yang lalu." papar politisi Golkar tersebut.
Parahnya lagi, sambung politisi partai Golkar ini, anggara untuk pelaksanaan pekerjaan terebut sudah dibunyikan dalam Dalam APBD namun ditunda, pada tahun 2016 ini juga ditunda dan dimasukkan kedalam anggaran tahun 2017.
"kalau ditunda terus kapan masyarakat yang berada didesa sekapas menikmati kemudahan dan kenyamanan yang dijanji-janjikan oleh pemerintah. mirisnya, didesa sekapas sana listrik juga tergolong langka," pungkas Afrizal.
Anggota Komisi A ini juga sangat berharap kepada pemerintah daerah agar bisa memperhatikan masyarakat-masyarakat yang terisolir, salah satunya dengan mempermudah akses jalan sebagai nadi perekonomian masyarakat.***Jr
Ketua DPRD Inhu Rehabilitasi Ruang Guru TK Islam Gerbang Sari di Momen Hari Guru Nasional
PELITARIAU, Inhu – Suasana haru dan penuh sukacita terasa di Taman Kanak kanak.
DPRD Inhu Komitmen Realisasikan Tuntutan 20 Persen Lahan Kemitraan Desa Sungai Lala
PELITARIAU, Inhu – Tuntutan masyarakat Desa Sungai Lala Kecamatan Sungai Lala .
Hak Karyawan Harus Jadi Prioritas di Tengah Penyitaan Kebun Sawit di Inhu Oleh Satgas PKH
PELITARIAU, Inhu – Penyitaan sejumlah areal perkebunan kelapa sawit oleh Satua.
DPRD Inhu Desak Pemkab Bentuk Satgas Inventarisasi Barang Daerah
PELITARIAU, Inhu – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, didesak se.
Dodi SPBU Serahkan Bantuan Pendidikan Rayyan Arkan Dika di Panggung JMSI Riau Award 2025
PELITARIAU, Kuansing - Momen haru dan penuh kepedulian mewarnai malam puncak per.
Ketua DPRD Inhu Sabtu Pradansyah Sinurat Terima Anugrah Legislator Futuristik Berbasis Kerakyatan
PELITARIAU, Kuansing – Jaringan Media Siber Indon.









