Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Warisan Budaya Indonesia Kembali Diakui UNESCO Sebagai Warisan Dunia
PELITARIAU, Jakarta – Arsip dan dokumentasi Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung 18-24 April 1955 telah resmi masuk dalam “Memory of the World” atau dokumen ingatan dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
Menlu RI, Retno Marsudi, Kamis (4/2) lalu, menerima Deputi Wakil Tetap (Dewatap) RI untuk UNESCO, Fauzi Soelaiman, yang secara resmi menyerahkan sertifikat International Register Memory of the World UNESCO yang telah mengakui arsip dan dokumentasi kegiatan KAA sebagai Memory of the World pada Oktober 2015.
“Saya sangat bangga dengan masuknya arsip dan dokumentasi KAA ini dalam Memory of the World UNESCO, hal ini berarti warisan budaya kita diakui dunia internasional sebagai warisan dunia yang penting untuk dilestarikan dan dipelajari oleh masyarakat dunia,” ujar Menlu RI, demikian rilis resmi Kementrian Luar Negeri RI yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).
Memory of the World atau dikenal dengan Ingatan Kolektif Dunia merupakan program yang dibentuk oleh UNESCO pada 1992, tujuannya untuk melestarikan warisan/pusaka dokumenter di seluruh dunia, mempermudah akses bagi dunia internasional terhadap warisan peninggalan bersejarah serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keberadaan warisan peninggalan bersejarah.
Selain arsip dan dokumentasi KAA 1955, tiga genre Tradisional Tari Bali juga resmi masuk ke dalam Representative List of the Intergovernmental Committee for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage Intangible Cultural Heritage of Humanity UNESCO pada 2 Desember 2015.
Tiga genre tersebut merupakan tarian yang terinspirasi oleh alam dan melambangkan tradisi, kebiasaan dan nilai-nilai agama serta sudah diajarkan seca informal kepada anak-anak usia dini.
Dengan masuknya arsip dan dokumentasi KAA ke dalam Memory of the World, Indonesia memiliki lima warisan dokumenter, yaitu: Arsip VOC (2003); Teks Puisi Klasik I La Galigo (2011); Babad Diponegoro (2013); Kitab Negarakertagama (2013); dan Arsip KAA (2015).
Sedangkan dalam kategori warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage/ICH) beberapa warisan asal Indonesia juga telah mendapatkan pengakuan UNESCO, yakni Wayang dan Keris (2008); Batik dan Pelatihan Batik (2009); Angklung (2010), Tari Saman (2011); Noken (2012); dan Tiga Genre Tradisi Tari Bali (2015).**
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.








