Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1126 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2799 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5353 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2448 Kali
Ulang Tahun ke-15, Terperangkap Dalam Tubuh 90 Tahun
Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome yakni kelainan genetik langka yang menyebabkan anak-anak mengalami penuaan diri scara berlebihan.
PELITARIAU.COM- Momen kemeriahan seperti ulang tahun merupakan hal yang paling dinanti setiap anak di dunia. Balon, kue ulang tahun, tiup lilin, badut, mengenakan baju ala putri, apalagi mendapat banyak hadiah dari teman dan keluarga adalah hal paling membahagiakan.
Tidak terkecuali bagi seorang gadis berumur 15 tahun bernama Magali Gonzalez Sierra. Ia menderita Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGPS), yakni kelainan genetik langka yang menyebabkan anak-anak mengalami penuaan diri secara berlebihan yang dimulai pada usia 1-2 tahun.
Anak-anak dengan progeria umumnya tampak normal saat lahir. Namun di umur 1 tahun, seperti dilansir dari Daily Mail, Senin (18/1/2016), mulai muncul gejala-gejala seperti pertumbuhan tubuh lambat, hilangnya lemak tubuh dan rambut, sendi kaku, kulit mengeriput, dislokasi sendi pinggu, dan memiliki masalah jantung dan stroke.
Meski memiliki tampilan fisik yang berbeda, jiwanya masih sama seperti anak-anak lainnya. Magali suka sekali menari, musik, berdandan, memakai glitter, dan baju warna pink.
Ia bahkan menentang pernyataan sang dokter yang mengatakan bahwa anak yang terkena progeria harapan hidupnya diperkirakan hanya sampai usia 13 tahun.
"Magali ingin mencapai 15 tahun. Ia ingin bisa merayakan ulang tahunnya. Meski ia tidak menari, Magali ingin semua yang hadir di pesta ulang tahunnya menari dan berdansa," kata sang ibu Sofia (35) kepada sebuah situs berita di Kolombia, Publimerto.
Inilah yang membuatnya semakin istimewa. Pada usianya yang ke-15 sebuah pesta meriah sengaja dibuat untuk Magali. Quinceañera adalah perayaan usia 15 tahun bagi gadis-gadis Amerika Latin.
Dibantu seorang desainer Kolombia Miguel Becerra, malam itu Magali bak putri cantik dari negeri dongeng. Baju ungu panjang dengan banyak sentuhan bunga berwarna senada di bagian dadanya, ditambah dengan mahkota bertahta berlian di atas kepalanya membuatnya menjadi pusat perhatian teman-teman serta keluarga yang datang di hari istimewanya.**hf.
Tidak terkecuali bagi seorang gadis berumur 15 tahun bernama Magali Gonzalez Sierra. Ia menderita Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGPS), yakni kelainan genetik langka yang menyebabkan anak-anak mengalami penuaan diri secara berlebihan yang dimulai pada usia 1-2 tahun.
Anak-anak dengan progeria umumnya tampak normal saat lahir. Namun di umur 1 tahun, seperti dilansir dari Daily Mail, Senin (18/1/2016), mulai muncul gejala-gejala seperti pertumbuhan tubuh lambat, hilangnya lemak tubuh dan rambut, sendi kaku, kulit mengeriput, dislokasi sendi pinggu, dan memiliki masalah jantung dan stroke.
Meski memiliki tampilan fisik yang berbeda, jiwanya masih sama seperti anak-anak lainnya. Magali suka sekali menari, musik, berdandan, memakai glitter, dan baju warna pink.
Ia bahkan menentang pernyataan sang dokter yang mengatakan bahwa anak yang terkena progeria harapan hidupnya diperkirakan hanya sampai usia 13 tahun.
"Magali ingin mencapai 15 tahun. Ia ingin bisa merayakan ulang tahunnya. Meski ia tidak menari, Magali ingin semua yang hadir di pesta ulang tahunnya menari dan berdansa," kata sang ibu Sofia (35) kepada sebuah situs berita di Kolombia, Publimerto.
Inilah yang membuatnya semakin istimewa. Pada usianya yang ke-15 sebuah pesta meriah sengaja dibuat untuk Magali. Quinceañera adalah perayaan usia 15 tahun bagi gadis-gadis Amerika Latin.
Dibantu seorang desainer Kolombia Miguel Becerra, malam itu Magali bak putri cantik dari negeri dongeng. Baju ungu panjang dengan banyak sentuhan bunga berwarna senada di bagian dadanya, ditambah dengan mahkota bertahta berlian di atas kepalanya membuatnya menjadi pusat perhatian teman-teman serta keluarga yang datang di hari istimewanya.**hf.
BERITA LAINNYA +INDEKS
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








