DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Soal Kabut Asap Sudah 18 Tahun, "Kita Lebih Bodoh Dari Keledai"

Editor : Sabtu,31 Oktober 2015 | 15:13:31 WIB
Soal Kabut Asap Sudah 18 Tahun, Ket Foto : Tokoh nasional sekaligus pendidik, Ahmad Safii Ma'arif

PELITARIAU.COM - Tokoh nasional sekaligus pendidik, Ahmad Safii Ma'arif punya pandangan kritis terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut di Sumatera dan Kalimantan. Menurut pria yang akrab disapa Buya itu, pengelola negara terlalu bodoh dalam mengurus kekayaan alam Indonesia.
 
"Kabut asap bukan hanya sekali, sudah 18 tahun selalu terjadi kebakaran lahan gambut. Ini yang paling parah," katanya usai workshop Program Damai di Dunia Maya yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Teroris di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Kamis (29/10/2015).
 
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu berpikir jernih mengenai kabut asap. Kata dia, ada kesalahan dari pemerintah daerah maupun pihak lain karena ada yang sengaja membakar lahan gambut untuk dijadikan lahan.
 
"Negara tidak serius dalam menangani kebakaran lahan gambut, tiap musim panas terjadi. Pemerintah jangan lagi memberi izin pengelola lahan gambut yang merugikan," tegasnya.
 
Bahkan, sambungnya, pembakaran lahan gambut merupakan tindakan legal. Artinya, justru ada pembiaran yang dilakukan pemerintah dalam pengelolaan lahan gambut.
 
Buya pun menganalogikan penanganan kabut asap yang terjadi di Indonesia layaknya seekor keledai. Menurut dia, keledai tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang sama. Sehingga, dia tidak akan terjebak pada kasus yang sama.
 
"Kita lebih bodoh dari keledai. Sudah tahu itu akan terjadi, kenapa masih mengulangi lagi," sindirnya.
 
Buya mengatakan, hingga saat ini bencana tersebut belum bisa diselesaikan. Sebab, dalam penanganan kebakaran lahan gambut yang sudah meluas tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. "Pemerintah harus serius dalam penanganannya," kata dia.
 
Saat disinggung Presiden Joko Widodo menggelar rapat dengan sejumlah menteri di rumah dinas Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), hari ini. Buya melihat tidak menyelesaikan masalah.
 
"Enggak cukup kalau hanya sekadar berkantor di sana. Penanganan kebakaran lahan gambut itu harus disikapi serius karena sengaja dibakar," ujarnya.
 
Sekadar diketahui, hari ini Presiden Jokowi menggelar rapat dengan sejumlah pejabat dan menteri di antaranya Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menpupera Basuki Hadimoeljono, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Hadir juga Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki serta Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.**redp


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved