Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dewan Temukan Kerusakan Lingkungan Akibat PETI Di Kuansing
PELITARIAU, Telukkuantan- Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mengakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat luar biasa. Bahkan, lahan yang dulunya merupakan perkebunan kini menjadi tandus, tak ubahnya seperti padang pasir.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuansing, Musliadi kepadawartawan saat meninjau kerusakan lingkungan di sekitar PT Tri Bhakti Sarimas (TBS), Jumat (16/10) malam.
"Ini kejahatan lingkungan yang luar biasa. Kerusakan sangat parah, dimana bekas dari PETI ini hanya ada onggokan pasir dan lobang bekas galian," ujar Musliadi.
Akibat dari aktivitas PETI ini, lanjut Musliadi, isi perut bumi yang seharusnya berada di kedalaman 10-15 meter, kini sudah di permukaan. Kerusakan tidak hanya di areal perkebunan, tapi juga di Sungai Kuantan dan Sungai Singingi.
Jika kerusakan di areal HGU perusahaan, tentu yang dirugikan adalah investor. Sementara kalau di sungai masyarakat tidak bisa memanfaatkannya, Sebab sudah tercemar merkuri.
“Kenyataannya, masyarakat tetap mandi dan mencuci di sana. Ini yang akan membunuh peradaban," urai Musliadi.
Bagi Musliadi, masyarakat tidak bisa terus-menerus mengkambinghitamkan kondisi perekonomian saat ini. "Saya tahu, hanya segelintir orang warga Kuansing yang melakukannya. Yakni, orang-orang yang tak mengerti. Rata-rata, mereka dibantu oleh para cukong, seperti peralatan untuk mendompeng," lanjut Musliadi.
Jumlah tersebut tidak sebanding dengan masyarakat yang ketergantungan sama Sungai Kuantan.
Masih banyak pekerjaan lain yang halal selain PETI, untuk mengisi “kampung tengah”.
“Jangan hanya membuat alasan “kampung tengah” malah merusak lingkungan membuat orang lain sengsara," pungkas Musliadi.(mw)
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri Up.








