Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Penjabat Bupati Inhu Canangkan Bulan Eleminasi Kaki Gajah
PELITARIAU, Rengat-Penjabat Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Kasiarudin mencangkan bulan eleminasi kaki gajah. Pencanangan gerakan nasional ini ditandai pemukulan gong serta minum obat kaki gajah bersama usai pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila di Aula Bappeda dan Litbang Inhu, Kamis (1/10).
Hadir pada kegiatan tersebut anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Plt Sekda Inhu Isdjarwadi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Inhu H Asriyan serta para pejabat eselon II, eselon III dan eselon IV dilingkungan Pemkab Inhu.
“Bulan eleminasi kaki gajah merupakan gerakan nasional yang harus kita sukseskan secara bersama. Apalagi Kabupaten Inhu merupakan salah satu daerah endemis, sehingga kegiatan ini harus dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Penjabat Bupati Inhu H Kasiarudin.
Menurut Penjabat Bupati Inhu, pencanangan bulan eleminasi kaki gajah yang bertepatan dengan peringatan hari kesaktian Pancasila 1 Oktober 2015 ini diharapkan mampu meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan serta menumbuhkan kecintaan terhadap Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Inhu H Suhardi didampingi Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Evi Irma Junita mengungkapkan bahwa di Kabupaten Inhu saat ini sudah terdapat tiga orang penderita kaki gajah. Bahkan ketiga penderita tersebut sudah kategori kronis.
“Penyebaran penyakit kaki gajah ini hanya melalui gigitan nyamuk yang berujung pada pembengkakan permanen pada kaki, tangan hingga alat kelamin pria dan wanita. Tidak ada gejala spesifik, karena awalnya demam biasa yang berulang selanjutnya ada pembengkan permenan,” ucapnya.
Untuk mencegah penyakit kaki gajah ini, seluruh masyarakat harus minum obat satu kali setahun selama lima tahun. Sebab umur cacing yang menyebabkan penyakit kaki gajah tersebut 5 tahun. “Penyebaran obat kaki gajah ini akan kita lakukan melalui seluruh Puskesmas se Kabupaten Inhu,” ucapnya.(r 10/hms)
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.








