DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Bupati Suyatno Dan Kapolres Subiantoro Pantau Karhutla Pakai Helikopter

Editor : Kamis,25 Juni 2015 | 17:48:50 WIB
Bupati Suyatno Dan Kapolres Subiantoro Pantau Karhutla Pakai Helikopter Ket Foto : Bupati Rohil H Suyatno tinjau karhutla dengan mengunakan Helikapter bersama Kapolres Rohil AKBP Subiantoro SH SIK,

PELITARIAU, Bagansiapiapi - Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno Amp bersama Kapolres AKBP Subiantoro SH SIK meninjau kebakaran hutan dan lahan (lahan) disejumlah wilayah Rokan Hillir. Didapati beberapa titik api dengan luasan terbakar mencapai puluhan hektar.

Peninjauan dilakukan Kamis (25/6/15), kawasan pertama didapati karhutla di Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir Kecamatan Pasir Limau Kapas, ditempat ini, ada lahan yang baru saja ditumbang, berkemungkinan sengaja dibakar, lalu merambat kekebun kelapa sawit sekitar lokasi.

Berdasarkan komunikasi tiga arah, Bupati Suyatno, Kapolres AKBP Subiantoro SH SIK, Kadis Kehutanan, Rahmatul Zamri, diatas heliped, yang  didengar media ini, Kapolres AKBP Subiantoro SH SIK menenggarai, kalau kawasan itu sengaja dibakar, dilihat dari adanya lahan yang baru dibuka, merambat kekebun kelapa sawit  sekitarnya. Bupati Suyatno sempat menyayangkan keadaan ini dan meminta pelaku karhutla ditangkap dan dihukum.

Peninjauan dilanjutkan di atas Kecamatan Kubu, ditempat ini, asap mulai berkurang, namun terlihat bekas lahan gambut yang terbakar cukup luas, mencapai puluhan hektar, dan sudah menghitam. Lokasi ketiga, paling luas terbakar terlihat di Dusun Danau Kobra Kepenghuluan Bangko Lestari, Kecamatan Bangko Pusako dan puluhan hektar sedang terbakar, asap mengepul dan mulai meluas.

Diudara juga terlihat asap mengepul kiriman dari Dumai, dan peninjauan itu tidak sampai kearah sana, lalu kembali ke Bagansiapiapi. Usai peninjauan, Bupati Suyatno melalui Kepala Dinas Kehutanan Rahmatul Zamri mengatakan, hasil peninjauan ditemui beberapa titik
api, di Kubu ada tiga titik api, cuma kecil.

"Di Kubu tadi ada sekitar tiga titik, cuma kecil, ya, yang paling besar tadi didaerah Bangko Pusako, luasannya 20 ha ada tu, ada beberapa titik yang tersebar gitukan. Kalau lihat pantauan lapangan, banyak itu," katanya.  

Melihat kondisi dilapangan, Rahmatul menyatakan perlu penanganan yang lebih intensif, butuh banyak personil.  "Kita komunikasi dengan perusahaan, terutama PT RUJ, mereka sudah stanbay untuk membantu aparat dilapangan, Pak Camat, Kapolsek, Danramil, berbagai pihak
sudah. Cuma mungkin, karena luasnya lokasi dan jumlah titik api tidak
tercover," katanya.

Untuk lokasi kekabaran di Teluk Piyai Pesisir diakuinya memang ada kawasan yang baru dibuka lalu merambat kekebun kelapa sawit sekitarnya. "Nampaknya lokasi yang  terbakar ini daerah yang sudah ada kebun, sekitar kebun itu ada lokasi yang semak belukar, mungkin mereka menanam lagi, menebang kembali, dan memperluas itu. Karna ditiup angin, cuaca terlalu panas, sehingga mungkin tidak terkendali," sebutnya.

Dalam pada itu, peninjau dilakukan menggunakan heliped bertuliskan Komala Sinarmas Forestry PK – KIC, dengan penumpang, Bupati Suyatno, Kapolres AKBP Subiantor SH.SIK, Kadis Kehutanan Rahmatul Zamri, Kasat Reskrim Polres AKP Eka Aryandi Putra, Pilot dan Wartawan***Jar


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved