Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Lapas Pekanbaru Respon Cepat, Tindaklanjuti Aduan Masyarakat Terkait Limbah
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menunjukkan respon cepat atas aduan masyarakat terkait dugaan bau tidak sedap yang bersumber dari pengelolaan limbah septic tank di lingkungan sekitar Lapas, Senin (30/03/2026).
Menindaklanjuti pemberitaan yang beredar, jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru segera berkoordinasi untuk melakukan langkah-langkah penanganan awal secara sigap dan terukur.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, langsung melakukan pengecekan internal terhadap sistem sanitasi dan instalasi pengolahan limbah guna mengidentifikasi sumber permasalahan. Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak adanya gangguan teknis yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Lapas Pekanbaru juga telah memanggil jasa sedot septic tank guna mengurangi potensi penumpukan limbah yang diduga menjadi sumber bau tidak sedap. Langkah ini dilakukan sebagai upaya awal untuk mengatasi permasalahan secara langsung sambil menunggu hasil pengecekan teknis secara menyeluruh.
Sebagai langkah lanjutan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru bersama Kanwil Ditjenpas Riau akan menggandeng instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan pihak teknis lainnya, guna melakukan evaluasi serta memastikan sistem pengelolaan limbah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pihak Lapas Kelas IIA Pekanbaru juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang dirasakan akibat aroma tidak sedap tersebut. Selain itu, pihak Lapas turut mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aduan dan masukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, pihak Lapas juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk menerima laporan, masukan, maupun informasi tambahan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya transparansi serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui langkah cepat ini, diharapkan permasalahan dapat segera teratasi dan tidak kembali menimbulkan gangguan bagi warga sekitar. Sinergi antara pihak lapas, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan demi menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan bersama.**Prc6
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .









