Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Lapas Kelas IIA Pekanbaru Gandeng DLHK, Warga Binaan Dibekali Penyuluhan Pengelolaan Sampah
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menggelar kegiatan Penyuluhan Pengelolaan Sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan di lingkungan Lapas, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan penyuluhan dibuka secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Dalam sambutannya, Yuniarto menegaskan pentingnya kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan, khususnya di dalam Lapas.
“Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter dan tanggung jawab bersama. Kedepan, hasil dari pengelolaan sampah ini akan diolah menjadi pupuk yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi, sehingga dapat dijual kembali kepada masyarakat,” ujar Yuniarto.
Penyuluhan ini diikuti oleh sebanyak 100 orang warga binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru yang tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi serta diskusi mengenai praktik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bernilai guna.
Hadir mewakili Kepala Dinas DLHK Kota Pekanbaru, Rima Septisia, selaku Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya, yang sekaligus bertindak sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Rima menjelaskan tentang klasifikasi sampah, teknik pengelolaan sampah yang tepat, hingga proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Menurutnya, pengelolaan sampah yang terintegrasi tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi.
“Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari pemilahan sejak sumbernya. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat, sementara sampah anorganik bisa didaur ulang. Jika dikelola dengan benar, sampah tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,” jelas Rima.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan warga binaan dapat memiliki keterampilan dalam mengelola sampah secara mandiri, sekaligus mendukung program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Pekanbaru serta berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.**Prc6
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .









