Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Warga Majalengka Berharap Bisa Bertemu Gubernur Jawa Barat, Curhat Soal Kondisi Ekonomi dan Rumah Tak Layak Huni Majalengka
PELITARIAU, Pekanbaru - Harapan besar disimpan oleh seorang warga Kabupaten Majalengka, Rena Dewi Tiara, yang berdomisili di RT 019 / RW 006 Dusun Cintapanda, Desa Kalapadua, Kecamatan Lemahsugih.
Ia sangat ingin dapat bertemu langsung dan menyampaikan curahan hatinya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait kondisi kehidupan keluarganya yang kini berada dalam keterbatasan ekonomi yang memprihatinkan.
Rena Dewi Tiara hidup bersama suami dan dua orang anak dalam kondisi serba kekurangan. Sang suami saat ini bekerja serabutan, dengan penghasilan yang tidak menentu dan sering kali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan tak jarang masih jauh dari kata mencukupi.
Kondisi tempat tinggal keluarga Rena pun jauh dari kata layak. Dapur rumah mengalami kebocoran, sementara fasilitas sanitasi belum memadai. Hingga kini, keluarga tersebut tidak memiliki kamar mandi dan WC yang layak, sehingga terpaksa menumpang mandi di rumah tetangga. Untuk kebutuhan mencuci pakaian dan peralatan dapur, mereka hanya mengandalkan air hujan yang ditampung secara sederhana.
“Untuk membuat kamar mandi dan WC sederhana saja diperkirakan membutuhkan biaya sekitar enam juta rupiah. Sampai sekarang uang sebesar itu belum bisa terkumpul, karena penghasilan suami hanya cukup untuk makan sehari-hari,” ungkap Rena dengan nada penuh harap, kepada PELITARIAU.com Senin.(5/1/2026).
Sebagai ibu rumah tangga, Rena mengaku sering merasa khawatir akan masa depan kedua anaknya, terlebih dengan kondisi ekonomi dan tempat tinggal yang serba terbatas. Meski demikian, ia tetap berusaha bertahan dan berharap ada perhatian dari pihak terkait.
Rena menyampaikan, apabila kelak diberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat, ia ingin menyampaikan sendiri kondisi yang dialami keluarganya. Ia berharap ada bantuan atau solusi, baik dari pemerintah daerah maupun program sosial yang dapat membantu keluarganya keluar dari kesulitan.
“Kami hanya ingin hidup lebih layak, punya kamar mandi sendiri, dan bisa memenuhi kebutuhan anak-anak dengan lebih baik,” tuturnya.
Kisah Rena Dewi Tiara menjadi potret nyata masih adanya warga di pelosok daerah yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan. Harapan pun tertuju pada pemerintah dan pihak-pihak terkait agar kisah ini dapat menjadi perhatian, sehingga bantuan yang tepat sasaran dapat segera terwujud.** Prc6
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .









