Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
BKKBN RI: Perlu Adanya Berbagai Intervensi Tekan Stunting
PELITARIAU, Pekanbaru - Kepala BKKBN RI melalui Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN RI Tavip Agus Rayanto mengatakan bahwa stunting menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang.
Sestama BKKBN RI ini mengungkapkan, stunting merupakan dampak dari kekurangan asupan nutrisi pada anak sejak dalam kandungan ibunya.
Sehingga anak yang terlahir mempunyai potensi stunting, akan memiliki resiko lebih besar untuk terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan kepada anak.
"Hal ini tentunya akan dampak luas terhadap performa dan prestasi anak," ucapnya, di Gedung Daerah Balai Serindit, Rabu (16/11/22).
Oleh karena itu, Tavip Agus Rayanto menerangkan perlu adanya berbagai intervensi terhadap stunting ini, baik interverensi spesifik maupun intervensi sensitif harus dilakukan secara terintegrasi.
Hal tersebut sebagai upaya untuk memutus mata lingkaran setan penyebab stunting, khususnya pada balita dari keluarga miskin.
"Upaya percepatan penurunan stunting dilakukan dengan berbagai program dan kegiatan berbasis keluarga beresiko stunting," sebutnya.
Sestama BKKBN RI ini melanjutkan, upaya percepatan penurunan stunting itu meliputi penyiapan kehidupan berkeluarga, pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta peningkatan akses air minum dan sanitasi.
Tavip Agus Rayanto menjelaskan, dalam kesempatan ini pemerintah memberikan ruang kepada semua pihak agar dapat berkontribusi dalam tugas mulia mengentaskan stunting, salah satunya dengan adanya program bapak atau bunda asuh anak stunting.
Ia menerangkan, program bapak asuh anak stunting dan bunda asuh anak stunting hadir untuk menyediakan platform kontribusi pemangku kepentingan untuk turut ambil bagian dalam percepatan penurunan stunting, yang menyasar langsung kepada keluarga beresiko stunting dengan kelompok sasaran adalah calon pengantin, ibu hamil dan bayi berusia 0 sampai dengan 23 bulan.
Jelasnya, para pemangku kepentingan dapat memilih metode penyaluran dalam bentuk baik secara langsung ataupun tidak langsung melalui pihak ketiga.
"Pemangku kepentingan juga dapat memantau dampak pemberian paket asuhan melalui mekanisme pencatatan dan pelaporan yang telah disepakati antara pemangku kepentingan dengan pihak ketiga," tutupnya.**Prc6
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.









