Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Menggali Potensi Wisata Lokal
Desa Bokor Kepulauan Meranti di Teliti Mahasiswa Dari Bandung
PELITARIAU, Selatpanjang- Untuk menggali potensi wisata lokal Desa Bokor Kecamatan Tebingtinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, mahasiswa dari Fakultas Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) melakukan penelitian secara detail. Sekelompok mahasiswa yang terdiri dari 9 orang ini mendatangi 4 dusun yang terdapat di desa Bokor.
Penelitian di empat dusun Desa Bokor memang memiliki potensi yang berbeda-beda, dari 4 dusun tersebut mahasiswa lebih fokus melakukan penelitian terhadap hutan mangrove yang terdapat di pinggir pantai.
Menurut ketua team penelitian dari mahasiswa STPB Bandung Edmon Deyaan, berbincang dengan Pelitariau.com Senin (23/3) menjelaskan, kalau wisata hutan mangrove di Desa Bokar perlu dikembangkan dan dilestarikan serta mendapat perlindungan dari pemerintah. "Masyarakat desa Bokor belum mengetahui arti wisata pantai mangrove dan pelestariannya," kata Edmon.
Empat dusun dari Desa Bokor di Kabupaten Kepulauan Meranti jelas Edmon, harus dikembangkan sebagai lokasi wisata Kepulauan Meranti sesuai dengan nama desa dan dusunya, seperti Dusun Manggis, dusun ini harus memiliki sejumlah tanaman pokok manggis yang produktif. "Pemandu wisata dusun manggis harus bisa menjelaskan tentang pohon manggis manfaat dan kegunaannya kepada wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara yang datang," ujarnya.
Dalam melaksanakan penelitian, Ermon bersama rekan-rekannya juga menjelaskan masyarakat Dusun Bokor tentang Ide-ide kepada masyarakat setempat untuk pengembangan wisata lokal Desa Bokor. "Kita harus peduli dengan kebudayaan lokal sebagai tempat wisata," ucapnya.
Selanjutnya, fasilitas untuk wisatawan kedepan harus diperhatikan oleh pemerintah, misalkan kedepan pemerintah mulai memperhatikan rumah adat setempat atau rumah adat di lokasi terpencil, pemerintah juga menyediakan tempat beristirahtan para wisatawan yang berkenjung, sebab hal tersebut juga menjadi topik terpenting bagi semua pihak.***
Penulis: Doni Ruby Saputra
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.








