Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Gasing Piring Permainan Tradisional Meranti Perlu Dilestarikan
Permainan gasing-gasing mungkin tidak asing lagi ditelinga kita bila mendengarkan hal tersebut. Namun pernahkah kita mendengarkan Gasing Piring?. Tentunya nama itu masih asing ditelinga kita bila mendengarkan hal itu, namun itulah julukan untuk permainan yang diperagakan komunitas di Kepulauan Meranti.
Permainan tersebut adalah permainan tradisional yang telah dipermainkan dari turun temurun di Selatpanjang sejak dahulu. Bahannya bila dilihat hanya terbuat dari kayu dan besi serta benang untuk mengayunkannya, namun taukah anda proses pembuatannya cukup sulit, bahkan memakan waktu selama tiga hari untuk membuat satu gasing piring yang dimainkan komunitas antar desa ini.
Nurman (40) warga Mulau Desa Sungai Cina, yang kebetulan adalah simpembuat gasing piring, dirinya menuturkan kepada Pelitariau.com kamis sore (12/06). bahwa pembuatan gasing tersebut bahannya bukanlah kayu asal-asalan, namun kayunya adalah kuyu kusus.
"Kayu kusus yang saya gunakan adalah kayu bakau yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti ini, karena kalo kayu biasa hasilnya tidak bagus dan mudah pecah,"katanya.
Pembuatannya cukup lama dan memakan waktu sampai hingga tiga hari, Salah satu segi pembuatannya, di taruh di bubut dan seterusnya dijemur, usai dijemur kita juga menggunakan bahan dari besi untuk menjaga ketahanan dan keseimbangan,"ungkap nurman si pembuat gasing piring ini.
Nurman juga mengatakan tentang harga penjualan gasing tersebut, ternyata harga gasing piring yang dibuatnya, mencapai Rp 500 ribu rupiah, wah ini sangat menguntungkan apabila setiap terjual satu saja sudah menguntungkan.
“Kalo untuk hari ini gasing piring baru terjual hanya tiga,"kata Nurman yang tidak menyebutkan berapa harga gasing piring yang dijualnya.
Siswanto(38) yang juga warga Mulau Desa Sungai Cina, menambahkan, dalam satu Regu 7 orang ditambah cadangan 2 orang dalam satu regu pemain gasing piring tradisional meranti.
"Permainan ini yang paling besar diseluruh Indonesia adalah di Riau, di Jawa memang ada, tapi lebih besar di Riau,"terang Siswanto yang kebetulan turut bermain gasing piring di Desa Mekung ini.
Harapan kami dari Pemerintah, Permainan gasing piring ini dapat di adakan tournamen setiap tahunnya. “Karena kita memainkan permainan gasing piring ini untuk Meranti, sebab gasing piring merupakan permainan tradisional yang harus dijaga,"harapnya.
Dan kami juga meminta kepada pemerintah daerah untuk memberikan bantuan alat pembuat gasing. Agar dapat mempermudah untuk pengembangan gasing piring ini di Meranti.
Penulis: Doni Ruby Saputra
Editor :rio
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.









