Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Evakuasi Buaya
Balai Besar KSDA Riau Evakuasi Buaya di Kebun Warga Pelalawan Riau
PELITARIAU, PEKANBARU - Polsek Pangkalan Kuras mendapat laporan munculnya seekor buaya liar di kebun warga. Menghindari jatuhnya korban jiwa, langsung dilakukan tindakan evakuasi.
Plt Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara, Selasa (22/3/2022) mengatakan, buaya itu pertama kali ditemukan Ari pekerja kebun di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Selasa (15/3/2022) kemarin.
Saat itu, sekitar pukul 10.00 WIB Ari yang sedang bekerja di kebun Taufik tiba-tiba melihat sosok seekor buaya.
Kemudian, Ari langsung memberitahukan Taufik dan diteruskan melapor ke petugas Bhabinkamtibmas desa Palas. Kemudian, Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Agustinus Candra Pietama langsung turun ke lokasi.
“Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I, Bidang KSDA Wilayah I, langsung turun ke lokasi begitu mendapat informasi untuk melakukan proses evakuasi,” jelas Fifin.
Setelah berada di lokasi, petugas BKSDA Ahmad Fitriansyah, Sehat Nasution dan Azwar langsung melakukan evakuasi.
Fifin menjelaskan, awal mula buaya tersebut ditemukan saat Ari pekerja kebun akan mengambil air di kanal kebun sawit.
Ari pun tak jadi mengambil air dan langsung melaporkan ke Taufik pemilik kebun, kemudian diteruskan melapor ke Polsek Pangkalan Kuras.
“Tim BKSDA turun setelah mendapat laporan Kapolsek Pangkalan Kuras,” ujar Fifin.
Saat didatangi tim, ditemukan kondisi buaya dalam keadaan sehat. Dengan jenis buaya sinyulong (Tomistoma schlegelii), kelamin betina.
“Hasil identifikasi panjangnya 2,9 meter lebar 35 sentimeter dan kondisinya sehat,” terang Fifin.
Setelah tim dari Polsek turun ke lokasi. Selanjutnya, buaya langsung diserahkan ke tim Balai Besar KSDA Riau di lapangan. Kemudian melakukan identifikasi dan pembuatan berita acara serah terima satwa.
“Dugaan kami buaya tersebut berasal dari sungai Nilo kecil yang meluap dan masuk ke dalam kanal perkebunan masyarakat,” jelas Fifin.
Lanjut Fifin, mengingat kondisi buaya dalam keadaan sehat tidak ditemukan ada luka. Selanjutnya dilakukan pelepasliaran kembali ke habitatnya.
“Pelepasliaran dilakukan di sungai dalam Kawasan Konservasi yang jauh dari aktifitas penduduk,” kata Fifin. **Prc7
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.
Kalapas Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin Keamanan dan Deteksi Dini
PELITARIAU Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mela.
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
PELITARIAU, Pekanbaru – Wujud kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditun.
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.









