Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pelantikan
Dilantik Jadi Ketua APTISI Riau, Prof Dr Syafrinaldi Dorong PTS Berjuang Bersama Dirikan LLDIKTI Riaukepri
PELITARIAU, Pekanbaru - Rektor Universitas Islam Riau Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL dilantik menjadi Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah X-B masa bhakti 2022-2026. Pelantikan dan Pengambilan sumpah Syafrinaldi bersama Pengurus APTISI lainnya dilakukan oleh Ketua Umum APTISI Pusat Dr Ir H M Budi Djatmiko MSi MEI di Gedung Perpustakaan Soeman Hs Pekanbaru pada Sabtu malam (19/03 2022). Hadir menyaksikan pelantikan antara lain Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Prof Dr H Heri SE MBA dan Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Dr H Kamsol, mantan Ketua APTISI Riau dr H Zainal Abidin, serta Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta lain di Provinsi Riau.
Dalam sambutannya usai dilantik, Syafrinaldi mengajak Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta agar bersama-sama memperjuangkan berdirinya LLDIKTI wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Seperti diketahui, empat provinsi (Sumbar, Jambi, Riau dan Kepri), lembaga layanan pendidikannya berada di bawah LLDIKTI Wilayah X yang berkantor di Padang.
Ia menyampaikan, Gubernur Riau Drs H Syamsuar telah memberi dukungan dalam bentuk rekomendasi atas pendirian LLDIKTI di Pekanbaru. Bahkan telah pula menyediakan kantor dan fasilitas pendukung lain, termasuk pegawai, untuk pendirian LLDIKTI Riaukepri. ''Perjuangan mendirikan LLDIKTI ini sudah lama, dan sempat terhenti. Lalu berlanjut kembali dalam tahun 2021,'' kata Syafrinaldi.
Perjuangan ini pun telah sampai ke Kementerian Pendidikan Nasional. Syafrinaldi menyebutkan, Mendiknas Mas Nadiem Makarim juga sudah menyetujui berdirinya LLDIKTI Riaukepri. Malah sudah memberi nomor wilayah untuk Riaukepri. Persetujuan Mendiknas diberikan dalam bentuk surat yang dikirim ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi agar dapat ditindak-lanjuti.
''Barusan saya dapat kabar dari Pak Kamsol (Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Riau) bahwa permasalahan ini sudah direspon kembali oleh Menteri PAN-RB kepada Mas Menteri dengan mempertanyakan, apa urgensinya,'' kata Syafrinaldi.
Menurut Syafrinaldi, pertanyaan Menteri PAN-RB kepada Mas Menteri menjadi pekerjaan rumah bagi APTISI dan seluruh perguruan tinggi swasta di Provinsi Riau dan Provinsi Kepri. Ia mengajak Pengurus APTISI dan Pimpinan PTS agar mendukung gerakan pendirian LLDIKTI Riaukepri.
Diceritakan, sebelumnya di Riaukepri akan didirikan LLDIKTI Wilayah XVI. Tetapi kita kurang beruntung karena LLDIKTI Wilayah XVI telah berdiri di Provinsi Gorontolo. Riaukepri bisa kebagian LLDIKTI Wilayah XVII sepanjang kita berusaha memperjuangkannya secara maksimal. Kalau tidak, kata Syafrinaldi, bisa-bisa LLDIKTI Wilayah XVII diambil pula oleh provinsi lain yang sekarang juga sedang berjuang mendirikan lembaga layanan. Antara lain Provinsi Banten.
''Jadi, saya mengajak seluruh Pengurus APTISI mari kita bergandeng tangan. Rapatkan barisan, bergerak bersama. Pendirian LLDIKTI Riaukepri adalah kepentingan kita bersama. Bukan kepentingan orang perorang. Karenanya mari kita maju mewujudkan cita-cita yang mulia ini,'' tandas Syafrinaldi.
Pengurus APTISI Riau Wilayah X-B yang dilantik terdiri dari: Ketua Prof Dr Syafrinaldi, Wakil Ketua Bidang Program Kerja, Pengembangan dan Kelembagaan (Dr Junaidi MHum), Wakil Ketua Bidang Akreditasi, Penjaminan Mutu dan Dosen (Dr H Syafhendry, MSi), Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hubungan Internal (Meidizon Dahlan SH MH), Wakil Ketua Bidang Kerjasama Pemerintahan dan Hubungan International (Dr Adolf Bastian MPd), Wakil Ketua Bidang Sumber Daya dan Kewirausahaan (Dr H Zulher MS), Wakil Ketua Bidang Ristek dan Pengabdian Masyarakat (Dr Hardianto SPd, MPd), Wakil Ketua Bidang Akademik dan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Dr Admiral SH MH).
Wakil Ketua Bidang Jurnal dan Publikasi Ilmiah (Dr Erlin MKom), Wakil Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi (Ns Abdurrahman Hamid MKep), Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi (Dr M Musa SH MH), Wakil Ketua Bidang Sistem Informasi, Tekhnologi dan Inovasi (Dr H Nopriandi SE MM), Wakil Ketua Bidang Humas, Publikasi dan Dokumentasi (Dr H Syafriadi, SH MH), Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kearifan Lokal (Hendrayani SE MM), Wakil Ketua Bidang Dana dan Usaha (Dr H Haznil Zainal SE MM), Wakil Ketua Bidang Hubungan Dunia Usaha, Industri dan Dunia Kerja (Dr Desy Mardianti, SE MSi0, Wakil Ketua Bidang Uji Kompetensi dan Sertifikasi (Dr Adi Rahmat SE MSI), Wakil Ketua Bidang Kajian dan Permasalahan Kependidikan (Dr Ns Rifa Yanti MBiomed).
Sekretaris (Dr Ir Indra Hasan MT), Wakil Sekretaris (Masril SE MM, Agussalim SKM, MSi), Bendahara (Dr Irfan Ardiansyah SH MH), Wakil Bendahara (Mardayulis SE MSI dan Elvi Lastriani SE MM). Kepengurusan juga dilengkapi dengan divisi-divisi yang masing-masing divisi diisi oleh lima orang personipersoni.** Rilis
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.
Kalapas Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin Keamanan dan Deteksi Dini
PELITARIAU Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mela.
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
PELITARIAU, Pekanbaru – Wujud kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditun.
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.









