Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1085 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2733 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5284 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2425 Kali
Minim Guru PNS di Kecamatan Batanggansal
Bupati Inhu H Yopi Arianto SE, menggelar pertemuan dengan seluruh guru se-Kecamatan Batanggansal Jum,at (6/3) di Dinas Pendidikan Inhu
PELITARIAU, Rengat - Seluruh sekolahan yang berada di wilayah Kecamatan Batanggansal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, kekurangan tenaga pengajar (Guru,red) yang bertatus Pegawai negeri sipil (PNS). banyak guru di wilayah tersebut hanya bertatus honorer.
Kurangnya guru PNS di seluruh sekolah se-Kecamatan Batanggansal, terungkap dalam pertemuan antara Bupati Inhu H Yopi Arianto SE dengan Kepala Unit Pelayanan Teknis (KUPT) Dinas pendidikan Kecamatan Batanggansal yang di hadiri seluruh Kepala sekolah di Kecamatan Batanggansal, yang digelar Jumat (6/3) di kantor Dinas pendidikan Inhu.
Data yang diperoleh pelitariau.com dalam pertemuan tersebut, di Kecamatan Batanggansal saat ini terdapat 21 Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah guru PNS hanya 75 orang padahal kebutuhan guru PNS 215 orang, 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP) guru PNS hanya 24 orang sedangkan kebutuhan 125 orang, 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 1 Sekolah menengah Atas (SMA) serta dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dihadapan Bupati, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Batanggansal Jafri mengungkapkan, bahwa hampir seluruh sekolah di daerah Batanggansal kekurangan, Kurangnya guru mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat mengalami kekurangan guru. "Apalagi guru PNS di sekolahan-sekolahan se-Kecamatan Batanggansal sangat kurang," kata Jafri.
Jafri menjelaskan, sejumlahan sekolah terpaksa harus memberlakukan kegiatan belajar mengajar sistim dua shif, pemberlakukan dua shif dikarenakan jumlah siswa yang terus mengalami peningkatan sedangkan jumlah kuru kurang. "seorang guru harus mengajar diwaktu yang terpisah, pagi dan sore, kami juga berharap di Kecamatan Batanggansal dibangun gedung pertemuan," harapnya.
Gedung pertemuan yang di bangun nantinya, Kata Jufri, bisa di jadikan sebagai tempat pertemuan seluruh siswa dan kegiatan-kegiatan bersama, baik itu guru sebagai tempat kegiatan bersama antara guru dengan guru, maupun pertemuan-pertemuan masyarakat.
Dalam kesempatan itu juga, seluruh kepala sekolah berharap kurangnya guru di di Kecamatan Batanggansal bisa segera di tambah serta mengharapkan kepada Pemerintah daerah secepatnya melakukan perbaikan dan renovasi bangunan ruang kelas sekolah di Kecamatan Batanggasal.***
Penulis: Chandra
Redaktur: Ramdana
BERITA LAINNYA +INDEKS
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.








