• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1085 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2364 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2732 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5283 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2424 Kali

  • Home
  • Sastra & Budaya
  • Pekanbaru

Opini

Negara Perlu Hadir Merawat Seniman

Ferry Anthony

Ahad, 13 Februari 2022 23:20:31 WIB
Cetak
Negara Perlu Hadir Merawat Seniman
Wina Armada Sukardi

PELITARIAU, PEKANBARU -  Ketika sedang berlangsung acara lelang lukisan pengumpulan dana untuk seninan serba bisa Remy Sylado, di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), teman saya, seorang seniman perupa berujar kepada saya, Apakah setiap ada seniman yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, kita harus terus mengadakan acara semacam ini?” Maksudnya, apakah pemecahan masalah dari problem ekonomi yang dialami oleh seniman terkenal, harus selalu memakai upaya pemggalangan dana, apalagi harus “setengah mengemis.” Dia mencontohkan, dirinya sudah berkali-kali menjadi bagian dari panitia semacan acara ini untuk membantu para seniman yang membutuhkan uang.

Memang begitulah kalau ada seniman terkenal atau besar sakit , atau di hari tuanya sedang membutuhkan biaya, para seniman, pencinta seni budaya, dan para simpati membuat kegiatan amal untuk menolong sang seniman. Hasilnya, sekali dua kali ada yang besar, tetapi selebihnya memperoleh ala kadarnya, dalam suasana pandemi covid-19 ini bahkan terkadag malah tekor.

Muka Badak

Dalam acara-acara semacam itu, saya sering ikut membantu-bantu mencari dana. Misal membantu menjualkan  lukisan kepada para pejabat, pengusaha atau pemangku profesi yang sudah mapan. Hasilnya? Ada yang bergeming pun tak ditawari untuk membeli lukisan atau diajukan proposal bantuan. Sama sekali tidak memberi jawaban menolak atau apalah. 

Ada yang cuma mengumbar janji, tapi tida pernah meralisasi janjinya. Ke dati begitu selalu saja tetap ada satu dua orang yang mengulurkan tangannya membantu. Mereka membantu dana dengan membeli lukisan atau benda yang dijual. 

Dalam melaksanakan amanah itu, saya singkirkan “rasa malu” pribadi, karena untuk menolong orang. Menolong seniman. Manakala mengajukan proposal bantuan atau jualan lukisan, saya laksanakan dengan “muka tebal.” Mungkin mereka tak percaya, orang seperti saya mengajukan proposal atau menjual lukisan dengan harga dari panitia. Bisa jadi mereka berpikir saya sudah kehabisan duit, atau memaksakan diri untuk melakukan transaksi  untuk bantuan. Apapun pikiran orang soal itu, tugas saya mencari dana untuk membantu si seniman yang sedang membutuhkannya.

Pertanyaan Besar

Tapi persoalan bukan itu. Pertanyaan besarnya : dimana peranan negara? Di mana kehadiran negara untuk menjaga dan merawat seniman?  Apakah, seperti pertanyaan, rekan seniman di atas, setiap kali ada seniman yang sedang kekurangan duit karena sakit atau kesulitan di hari tuanya, apakah itu seniman film, perupa, pemusik, sastrawan, penari dan sebagainya, harus ada acara pengalangan dana? Lalu dimana kehadiran pemerintah atau negara?

Pentingnya Peran Seniman

Selama ini pemeritan selalu mengatakan betapa penting faktor kebudayaaan dan kesenian. Pemerintah pun koor menyebut kebudayaan dan kesenian perlu dijaga sebagai soko guru bangsa. Sebagai identitas bangsa. Pemerintah juga berkali-kali menyatalan seniman diperlukan dalam kesimbangan proses berbangsa. Tak heran jika terminologi “kebudayaan” tetap dipertahankan dalam kementerian “Pendidikan dan Kebudayaan”
(sekarang ditambah lagi dengan frasa  “Riset dan Teknologi”) . 

Hal itu menunjukkan negara memandang kebudayaan sesuatu yang penting. Tak hanya itu, pemerintah juga sampai merasa perlu mengadakan struktur Direktur Jenderal Kebudayaan.    

 Luar biasa. Cuma pada prakteknya, anehnya, sangat kentara negara kurang hadir dalam menopang pentingnya kebudyaan. Para seniman hebat dibiarkan hidup terlunta-lunta. Mereka seperti tidak tersentuh oleh tangan negara. Walhasil, kalau ada seniman yang sangat mendesak membutuhkan uang, cara yang ditempuh ya mengadakan acara penggalangan dana. Itu itu sudah lumayan ketimbang mengedarkan daftar sumbangan, seperti setengah mengemis.

Dalam kerjanya, dapat saja seniman sering memgeritik pemerintah. Sering menunjukkan sisi lemah pemerintah dengan cara masing-masing. Tetapi kesemua itu tidak lain untuk meningkatkan harkat dan marwah kemanusiaan bangsa ini.

Bang Ali Sadikin

Saya inget Gubernur Jakarta Ali Sadikin. Waktu itu, awal Lembaga Bantuan Hukum (LBH) mulai dilahirkan oleh Adnan Buyung Nasution, Pemda DKI membantu membiayai  LBH itu. padahal belakangan LBH justeru banyak  memggugat (kebijakan) Pemda DKI. Banyak pejabat DKI yang marah kepada LBH, dan mengusulkan agar bantuan untuk LBH distop.Tapi Ali Sadikin justeru menambah lagi bantuannya. Alasannya: dengan adanga gugatan dari LBH, dia sebagai gubernur mengetahui mana kebijakan yang benar dan lemah. 

Begitu juga ketika Bang Ali memberi bantuan kepada pers, para pejabatnya komplain. Maklumlah setelah diberi bantuan, pers tida menjadi “jinak,” dan malah banyak menyerang Pemda DKI. Maka para pejabat itu kembali minta bantuab kepada pers dihentikan. Bang Ali menangkis alasan para pejabatnya. Menurut gubernur DKI yang berasal dari Angkatan Laut itu, kehadiran pers diperlukan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan Pemda DKI tanpa harus membayar biaya pengawasan aparat yang lebih mahal dan belum tentu jujur.

Dalam konteks ini seniman  dapat saja berada pada posisi yang bertentangan wacana dengan pemerintah yang sedang berkuasa. Tetapi itulah tugas senima : menukil realitas untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan kemanusiaaan bangsa. Disinilah seniman berperan menjaga peradaban suatu bangsa. Oleh lantaran itu kehadiran mereka perlu dirawat dan dijaga. Bukan hanya di atas kertas. Bukan hanya dalam wacana, tapin riel dalam kehidupan nyata. 

Perlu Kehadiran Negara

Disinilah negara perlu hadir memberikan dukungan sepenuhnya kepada para seniman. Dengan kata lain, negara perlu membantu menopang perekonomian para seniman.

Negara perlu memikirkan, bagaimana agar seniman hanya berpikir berkarya saja, tidak terlampau dipusingkan lagi oleh urusan tetek bengkek perekonomian mereka.  Seorang sastrawan, harus dipacu untuk terus menghasilkan karya-karya sastra yang berkualitas. Karya bermutu. Kalau perlu dengan mimpi mendapat nobel. Begitu juga seorang perupa, biarkanlah mereka melahirkan karya yang adiluhung. Sama pulalah seniman bidang lainnya.

Tentu tidak semua jenis seniman patut dan perlu dibantu negara. Kalau semua seniman dibantu, tiba-tiba  akan banyak sekali orang yang mengaku sebagai seniman. Mendadak dimana-mana bakal muncul dalam jumlah yang boleh jadi tidak dikontrol mereka yang mengaku seniman biar dapat bantuan dari negara. Pasti bakal muncul banyak manipulaai dan korupsi. 

Kreteria Seniman

Seniman yang perlu dibantu ialah seniman yang memenuhi kreteria tertentu. Apa isi kreteria itu, dapat didiskusikan oleh para seniman sendiri dan para ahlinya.

Mungkinkan hal semacam itu terlaksana? Di Malaysia, para penulis mendapat semacam tunjangan uang bulanan dari negara, sehingga penghidupan mereka terjamin. Di Jerman setiap pihak yang mau membangun gedung, harus menyisihkan 2% dari biaya pembangunan gedung buat keseniaan.

Intinya, cara atau sistemnya dapat diatur dan diciptakan. Tetapi yang penting: negara harus hadir dalam menopang kehidupan para seniman. Dengan satu syarat : negara tidak boleh intervensi terhadap kebebasan seniman dalam berkarya. Kalau negara ikut campur dalam karya-karya seniman itu sudah masuk dalam katagori negara komunis. Tentu Indonesia bukan negara komunis.

Sebagai contoh, Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzum Bahri sudah jelas, hidupnya perlu dijamin negara.Begitu pula maestro Remy Sylado yang sekarang sedang  menderita berbagai penyakit dan terbaring di rumahnya, harus ditopang negara. Demikian juga  maestro-maestro tua seni tari klasik yang hampir punah. Atau “anak ajaib” pemusik Indra Lesmana dan Idris Sardi pun masuk dalam katagori itu, dan seterusnya.

Bantuan atau sokongan pemerintah bukan bersifat isendental atau temporer, melainkan bersifat permanen. Dengan begitu, seniman sebagai salah satu penjaga “marwah” bangsa, dapat bekerja dengan sebaik-baiknya tanpa harus terganggu urusan ekonomi.

Hanya bangsa yang merawat senimannya , yang akan menjadi bangsa berbudi luhur. Hanya bangsa yang menghargai senimannya, bakal menjadi bangsa yang  punya mental tangguh, kreatif, memiliki kepekaan hati nurani dan mengenal keindahan bangsanya sendiri.**rls
*Oleh Wina Armada Sukardi,*  _kritikus seni_.



Sumber : Wina Armada Sukardi /  Editor : Anthony

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Sastra & Budaya

Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura

Sabtu, 09 Mei 2026 - 12:09:42 WIB

PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.

Sastra & Budaya

13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia

Ahad, 27 Juli 2025 - 17:32:43 WIB

PELITARIAU , Jakarta  – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.

Sastra & Budaya

Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:57:20 WIB

PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.

Sastra & Budaya

Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur

Senin, 07 Juli 2025 - 15:33:45 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.

Sastra & Budaya

Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa

Selasa, 01 Juli 2025 - 22:20:40 WIB

PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.

Sastra & Budaya

Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja

Selasa, 01 April 2025 - 17:38:06 WIB

PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.

Terkini

  • +INDEX
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
01 Juli 2026
Utamakan Pelayanan, Klinik Lapas Bersama Ka.KPLP Tangani Pengunjung Yang Alami Gangguan Kesehatan
01 Juli 2026
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
01 Juli 2026
Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
30 Juni 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
  • 2 Wabup Muzamil Instruksikan Seluruh Aparat Desa Dukung Percepatan Sensus Ekonomi 2026
  • 3 Bupati Asmar Teken Kerja Sama Program Desa Bebas Api, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti
  • 4 Wakapolres Kepulauan Meranti Hadiri Penandatanganan MoU Desa Bebas Api PT RAPP, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
  • 5 Meriahkan Hari Bhayangkara Ke - 80 Polres Meranti Gekar Olaraga Bersama Penuh Kebersamaan
  • 6 Bupati Asmar Hadiri Pembukaan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
  • 7 Bupati Asmar dan Wabup Muzamil Hadiri Pelepasan Pawai Ta'aruf MTQ ke-44 Provinsi Riau di Kuansing

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved