• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1115 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2411 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2775 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5334 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2443 Kali

  • Home
  • Riau Raya
  • Pekanbaru

Poling Jadi Alat Opini

Soal Polling Kinerja Gubernur Riau, Saiman: Tidak Objektif dan Representatif, Hanya Penggiringan Opini

Redaktur

Senin, 31 Januari 2022 14:45:42 WIB
Cetak
Soal Polling Kinerja Gubernur Riau, Saiman: Tidak Objektif dan Representatif,  Hanya Penggiringan Opini
Saiman Pakpahan, pengamat yang juga dosen FISIP Universitas Riau

PELITARIAU, Pekanbaru - Pengamat Sosial Politik dan Pemerintahan Riau Saiman Pakpahan, S.IP, M.SI menilai polling-polling yang dibuat media massa hanya sebatas jadi alat penggiringan opini bila tidak menggunakan metode akademik. Apa yang disimpulkan dari hasil polling bukan menggambarkan kondisi riil, tetapi menyesuaikan dengan keinginan pemilik atau pemesan polling.

Demikian disampaikan Saiman Pakpahan menanggapi fenomena polling-polling yang kembali marak di media massa, termasuk media online, menjelang Pesta Demokrasi 2024 mendatang. Ada media yang benar-benar serius menjadikan polling untuk menaikan "trush" medianya dengan melihat secara fair tingkat popularitas calon kepala daerah atau legislator. Tetapi ada juga polling pesanan yang dibuat untuk "menggergaji" popularitas kepala daerah yang sedang menjalankan amanah.  

"Polling-polling sederhana yang tidak dilakukan sesuai metode akademik cenderung menjadi alat penggiringan opini. Dan hampir dapat ditebak pasti ada motif di balik pemuatan polling. Entah motif politik atau motif sakit hati dan lain sebagainya," urai dosen FISIP Universitas Riau tersebut. 

Seperti polling yang dilakukan salah satu media online di Riau baru-baru ini  yang menyimpulkan masyarakat Riau tidak puas dengan kinerja Gubernur Syamsuar dan Wakil Gubernur Edy Natar Nasution. Polling itu menyebutkan, hampir 50 persen dari total 1.000 voters yang memberikan respon terhadap pertanyaan yang diajukan, menyatakan "tidak puas" dengan kinerja Syamsuar-Edy Natar. 

"Jelas representasi masyarakat Riau tidak terwakili dengan sampel hanya 1.000 voters bila dibandingkan jumlah masyarakat Riau yang sudah lebih 6 juta itu," kata Saiman. "Dan, sangat berlebihan kalau dengan satu atau dua pertanyaan saja (mereka) dapat menyimpulkan 'puas' atau 'tidak puas' publik terhadap kinerja Pak Syamsuar dan Edy Natar," lontar Saiman.

Harus Objektif

Untuk menilai kinerja seorang kepala daerah, kata Saiman lagi, banyak aspek yang semestinya diakumulasikan dalam membuat polling. Ada misalnya aspek pendidikan, dari sisi infrastuktur, kesehatan, lingkungan hidup dan lainnya. "Intinya, banyak hal yang mesti dipertanyakan dalam polling. Masa iya, soal kinerja bisa mewakili semua aspek. Masa iya polling hanya satu pertanyaan soal puas atau tidak saja," kata Saiman lagi.

Kalau hanya dengan satu atau dua pertanyaan, bisa saja yang menjawab polling itu kebetulan mereka yang ada di oposisi atau kelompok yang berseberangan politik dengan pemerintah. Selain itu juga kemungkinan yang melakukan vote tersebut tidak tahu perkembangan dan persoalan Riau karena sifat media online yang sebarannya tidak terbatas jarak dan ruang. "Bisa saja yang men-vote itu orang-orang di luar negeri sana, asal pencet saja, dan tidak tahu situasi dan kondisi Riau. Nah kalau begitu,  hasilnya tidak seimbang kan?" ujar Saiman.

Karena itu supaya lebih komprehensif, persoalan yang dijadikan materi polling  mestilah diletakkan pada keadaan yang objektif. Sehingga pengiringan opini itu bisa fair kepada mereka yang dipolling. Orang-orang juga harus diberi ruang untuk berkomentar. Ada pertanyaan lain yang diikutkan dalam polling itu untuk memberikan ruang kepada orang menyampaikan alasan puas atau tidak puas. 

"Kenapa hanya ini pertanyaannnya. Ini kan sangat elitis kan? Mereka punya kekuasaan media, mereka punya akses untuk mempublis, lalu mereka rumuskan saja sesuai dengan kepentingannya," tandas Saiman.

Dengan pola polling seperti itu, dengan hanya memfokuskan publik untuk menjawab satu atau dua pertanyaan tertentu saja, menurut Saiman, terkesan kuat ada penggiringan opini dan ada motif di sana. "Itu pasti ada motif. Makanya kalau mau fair, tentu pemilik polling harus menyampaikan daftar pertanyaan yang ditanyakan apa? Sebaran populasi dan sampelnya dimana? Jumlahnya berapa," kata Saiman lagi.   

Menurut Saiman, dia tidak menyalahkan polling dalam media massa, karena media punya kemampuan dalam mengakses massa dan publik membaca media itu. "Tidak apa-apa. Tapi kan kemudian tidak serta-merta menjadi keadaan dimana pemerintah provinsi seperti yang mereka sampaikan dalam polling. Jadi dia membantah dalil akademik. Sehingga terkesan tendensius untuk kepentingan sekelompok orang yang mendesain polling tersebut melalui media massa," ungkap Saiman.

Nah soal-soal itu yang mestinya menurut Saiman Pakpahan dikulik-kulik, supaya masyarakat tahu dan cerdas untuk membaca usaha yang dilakukan sekelompok orang dalam melakukan penggiringan opini. 

Ketika diminta hasil pengamatannya terhadap kinerja Gubernur Syamsuar dalam kurun tiga tahun terakhir, Saiman tidak menutup-nutupi ada kondisi negatif yang terjadi. Misalnya tahun 2019 karena Karhutla. Lalu, di tahun 2020 dan 2021 dengan datangnya pandemi Covid-19. "Tetapi kan dari semua keadaan itu Pak Syamsuar dan Edy Natar juga sudah melakukan banyak hal untuk masyarakat Riau," ungkap Saiman. 

Saiman kemudian membeberkan tentang berbagai keberhasilan kepemimpinan Syamsuar-Edy Natar sejak diamanahkan masyarakat Riau tahun 2019 silam. Mulai dari keberhasilan melobi pemerintah pusat terkait terkait Kebijakan dan Penerapan Participating Interest (PI) 10% Pengelolaan Hulu Migas untuk BUMD, Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit dan keberhasilan Riau menjadi provinsi peringkat kelima paling diminati investor.
 
Lalu di sisi lain, di bawah kepemimpinan Gubernur Syamsuar, Pemprov Riau memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, seperti kesejahteraan para guru dengan menambah pendapatan honor guru-guru SMK. Selain itu juga pemberian beasiswa kepada mahasiswa Riau dengan jenjang pendidikan S1, S2 dan S3. 

"Kita listing saja apa-apa keberhasilan beliau itu, pasti banyak perkembangan positif yang terjadi di Riau selama kepemimpinan Pak Syamsuar dan Edy Natar. Nah pertanyaanny, kenapa keberhasilan-keberhasilan itu tidak ikut dimunculkan dalam polling? Kenapa itu disembunyikan? Ini kan sebenarnya sebuah keadaan yang dimanipulir atau disembunyikan oleh pemilik polling kan?" tutup Saiman. **prc



 Editor : Peri

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Riau Raya

Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan

Senin, 06 Juli 2026 - 19:14:15 WIB

PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.

Riau Raya

Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin

Senin, 06 Juli 2026 - 19:06:05 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.

Riau Raya

Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi

Senin, 06 Juli 2026 - 16:26:59 WIB

PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.

Riau Raya

Kalapas Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin Keamanan dan Deteksi Dini

Senin, 06 Juli 2026 - 13:23:20 WIB

PELITARIAU Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mela.

Riau Raya

Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif

Senin, 06 Juli 2026 - 07:12:13 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Wujud kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditun.

Riau Raya

Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku

Ahad, 05 Juli 2026 - 22:30:28 WIB

PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.

Terkini

  • +INDEX
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
07 Juli 2026
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
06 Juli 2026
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
06 Juli 2026
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
06 Juli 2026
Kalapas Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin Keamanan dan Deteksi Dini
06 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
06 Juli 2026
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
05 Juli 2026
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bongkar Jaringan Sabu, Dua Orang Diringkus
05 Juli 2026
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
05 Juli 2026
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
04 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
  • 2 Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
  • 3 Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
  • 4 Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
  • 5 Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
  • 6 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 7 Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved