Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Istana Tanpa Penghuni
Kabarnya Sudah Seminggu Jokowi Tidak Berada di Istana Bogor
PELITARIAU, BOGOR - Puluhan orang asal Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa penolakan pertunjukan Glow di dalam area Kebun Raya Bogor.
Mereka kompak menggunakan pakaian serba hitam dengan membawa kertas karton masing masing per orangnya yang kemudian dibentangkan menjadi sebuah tulisan lengkap "SAVEKEBUNRAYABOGOR" .
Unjuk rasa itu dilakukan di Samping Kantor Pos Kebun Raya Bogor, terlihat mereka menyampaikan aspirasinya secara berjejer dengan membentangkan tulisan memprotes penolakan Festival Glow.
Sebagian diantara tulisan membentangkan spanduk penolakan bertuliskan “Bogorisme”.
Terkait hal ini, Founder Komunitas Bogor.is.me Khalid Zabidi meyampaikan konfirmasinya soal aksi atau atraksi yang dilakukan di Jalan Juanda KM 20 yang percis membelakangi salah satu pojok sebelah barat Kebun Raya tersebut.
"Kegiatan Glow dan komersialisasi yang tidak sejalan dengan fungsi konservasi dan edukasi mengenai lingkungan harus dihentikan, karena sudah menjadi isu penolakan snowballing dari berbagai masyarakat Bogor. Kami Bogorisme tentu akan menjadi elemen penting dalam menolak kegiatan komersialisasi yang akan mengganggu ekosistem Kebun Raya," Tegas Founder Bogorisme Khalid Zabidi dalam keterangahnya via sambungan telepon, Kamis (7/10/2021) Petang.
Mengutip bogordaily.com dalam dua pekan terakhir semenjak masifnya penolakan yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat di Kota Bogor tentang rencana BRIN dan pengelola Kebun Raya, ini juga berakibat jarangnya Presiden Jokowi yang kebetulan sering menghabiskan waktunya di Kebun Raya.
"Sudah 2 minggu ini Kebun Raya Bogor di kepung demonstrasi sehingga menimbulkan kerumunan di berbagai sudut Kebun Raya, jangan sampai ini berlarut-larut berkembang ke arah yang tidak terkendali. Kita tahu Presiden Jokowi tinggal di Istana Kebun Raya, jangan sampai terganggu dengan isu yang tidak ada kaitannya dengan beliau," Tegas Khalid Zabidi menutup keterangannya.
Di lokasi yang tidak jauh dari aksi pembentangan spanduk penolakan yang dilakukan oleh kelompok Bogorisme, tampak ratusan seniman dan budayawan Sunda juga menggelar aksi serupa.
Mereka kompak menggunakan pakaian khas sunda. Unjuk rasa itu dilakukan di depan pintu Kebun Raya Bogor, terlihat mereka menyampaikan aspirasinya secara bergantian.
Sebagian diantara mereka membentangkan spanduk penolakan bertuliskan “Ulah ngaganggu komo bari ngarobah tatanan Kebon raya, Kebon raya Bogor nu sarerea” yang artinya jangan mengganggu apalagi mengubah tatanan Kebun Raya, Kebun Raya Bogor milik semua.**rls
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.









