Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Virus Covid-19
Ahli Epidemiologi Riau Ingatkan Semua Pihak Soal Virus Varian MU
PELITARIAU, Pekanbaru - Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengungkapkan sejumlah hal, terkait dengan potensi gelombang III Covid-19 di Riau.
Meski saat ini tren penambahan kasus baru pasien terkonfimasi Covid-19 terus menurun.
Namun prediksi adanya, lonjakan kasus Covid-19 pada gelombang ke III tersebut bisa saja terjadi jika varian baru Covid-19 yakni virus MU, masuk ke Indonesia dan Riau.
Sebab virus varian baru ini dikenal lebih cepat menular dan lebih mematikan. Agar tidak terulang kembali, dr Wildan Asfan Hasibuan menyarankan agar orang asing yang masuk ke Riau dilakukan pemeriksaan yang ketat dan wajib menjalani karantina.
Meski saat ini bandara SSK II Pekanbaru belum membuka penerbangan international, namun Provinsi tetangga, seperti Batam sudah membuka penerbangan international. Sehingga potensi orang asing masuk ke Riau berpeluang terjadi.
"Imigrasi harus melakukan pengetatan orang asing yang masuk ke Riau. Mereka harus menjalani pemeriksaan dan harus dikarantina, " Sebutnya, Senin (4/10/2021) di Pekanbaru.
Namun persoalan lain yang menjadi tantangan di Riau adalah banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus yang berbatasan dengan negara tetangga. Pelabuhan pelabuhan kecil ini juga bisa menjadi pintu masuk orang asing ke Riau.
"Kita tidak tau orang asing yang masuk melalui pelabuhan kecil ini seperti apa, karena disana kan jelas tidak ada pemeriksaan kesehatanya, itu yang kita takutkan," bebernya.
Wildan menjelaskan, ancaman gelombang III tersebut bukan hanya sekadar prediksi saja. Sebab saat ini sejumlah negara di Asean sudah mengalaminya.
"Seperti Singapura itu kan naik lagi, lebih 1000 kasus per hari, Filipina, Thailand juga kan sekarang naik," ungkap dr Wildan Asfan Hasibuan.
Sebagai antisipasi, selain memperketat orang asing masuk ke Riau, masyarakat juga tetap harus patuh terhadap protokol kesehatan.
"Kemudian vaksinasi juga harus digesa, karena sekarang kan masih jauh dari target, 70 sampai 80 persen itu. Kalau persediaan vaksin kita ada itu bisa tercapai," sebutnya. **Prc7
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan .
Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Mer.
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
PELITARIAU, PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR).
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.









