Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pariwisata Riau
Perubahan Strategi Pariwisata Provinsi Riau Masa Pandemi COVID-19
PELITARIAU, Pekanbaru - Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat menyampaikan beberapa perubahan strategi pariwisata Provinsi Riau pada masa sebelum pandemi dan setelah adanya pandemi COVID-19 di Provinsi Riau.
Ia menjelaskan, beberapa perubahan strategi tersebut yaitu dulunya semua hotel, baik itu penginapan maupun akomodasi menyampaikan bagaimana pelayanan yang maksimal dan harga terbaik. Namun sekarang itu bagaimana mengutamakan kebersihan dari hotel, kesehatan dan ada jaminan bahwa masyarakat tidak akan tertular apabila menginap di hotel tersebut.
"Dulunya Dinas Pariwisata Riau menampilkan atraksi pariwisata dengan konsep bagaimana pariwisata semeriah mungkin, event bisa menampilkan atraksi, bagaimana semeriah mungkin," ungkap Roni dalam acara Seminar Nasional Peningkatan Ekonomi Kreatif dan Wisata Halal Masa Pandemi COVID-19 secara virtual, Rabu (4/8/2021).
Namun sekarang ini, membatasi semua atraksi maupun event dengan melihat keadaan saat ini. Kemudian juga mengutamakan digitalisasi dan bagaimana menyampaikan pertunjukan tersebut melalui media sosial itu lebih diutamakan.
Jika dulunya kesehatan, kebersihan, dan keamanan tidak menjadi utama di dunia pariwisata, maka saat ini sertifikasi halal dalam jaminan menjadi yang utama dan menjadi rekomendasi dinas pariwisata kepada wisatawan.
"Biasanya orang berwisata akan meminta rekomendasi kita terkait wisata halal ini, untuk itu bagaimana beberapa tempat usaha juga membuat hal ini sesuai dengan aturan pemerintah," ucapnya.
Ia mengatakan, dulunya pariwisata menjamin keramahan, kompetensi dan lainnya, tetapi sekarang bagaimana kesehatan itu menjadi hal yang paling utama dan dalam pengaturan destinasi ini.
Perubahan strategi wisata selanjutnya menurut Roni adalah yang mungkin selama ini pariwisata dibuka semakin banyak hari semakin menjadi pemasukan yang luar biasa bagi masyarakat, tetapi saat ini bagaimana bisa menjaga waktu, menjaga kebersihan, menjaga kesehatan itu menjadi sistem periodik.
"Namun sekarang ini pembukaan pariwisata itu juga berdasarkan zona-zona yang sudah diterapkan oleh pemerintah," katanya.
Adapun pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata pengambangan pariwisata di Riau. Dimana pada tahun 2020 lalu sudah dilakukan penelitian dan ada lima subsektor yang populer di Provinsi Riau. Lima subsektor hasil rekomendasi Kementerian Pariwisata tersebut yaitu seni pertunjukan, kerajinan tangan atau kriya, kuliner, fesyen, musik dan film, animasi serta video.
"Sehingga arah kebijakan pariwisata Riau merujuk pada lima tersebut. Ini menjadi sasaran utama dan ingin menjadi dasar kita pada program selanjutnya," tuturnya.**Prc7
Bupati Asmar Sambut Konsulat Malaysia Pekanbaru, Kepulauan Meranti Bidik Penguatan Kerja Sama Lintas Negara
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut k.
Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Resmikan Polres Meranti Bukti Nyata Bakti Polri Untuk Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali menunjukkan komitmennya da.
Meranti Perkuat Sinergi Dengan Samsat Untuk Dongkrak PAD Dari Pajak Kendaraan
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mencari terobo.
PT EMP Energi Gandewa Gelar Coffee Morning dan Ramah Tamah Bersama Insan Pers di Kecamatan Tampung Hulu
PELITARIAU, KAMPAR – PT EMP Energi Gandewa kembali menunjukkan kom.
Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Meranti Bersama 9 Paket Sabu
PELITARIAU,Meranti - Komitmen Polres Kepulauan Meranti dalam memberantas p.
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan .









