Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Harimau terpapar Covid-19
Kronologi Harimau Ragunan 'Tino dan Hari' Terinfeksi Covid-19
PELITARIAU, Jakarta - Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengungkap kronologi dua harimau Sumatera terpapar covid-19 di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) DKI Jakarta.
Suzi mengatakan kejadian bermula ketika seekor harimau bernama Tino yang berusia 9 tahun mengalami sakit dengan gejala klinis sesak nafas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan penurunan nafsu makan.
Selang dua hari kemudian, harimau lainnya bernama Hari yang berusia 12 tahun juga mengalami sakit yang sama. Sehingga pihak TMR kemudian memanggil petugas swab untuk mengambil sampel dua harimau itu.
"Pada tanggal 14 Juli, kami lakukan pengambilan sampel dengan di-swab kemudian dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, IPB Bogor. Lalu, hasilnya keluar tanggal 15 Juli yang menyatakan bahwa kedua satwa tersebut terpapar Covid-19," kata Suzi melalui keterangan tertulis di situs PPID Jakarta, Minggu (1/8).
Suzi mengatakan kedua harimau itu langsung diberikan pengobatan dan diisolasi. Pengobatan dilakukan dengan antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari. Ia menyebut setelah diobati 10-12 hari, keadaan harimau sudah membaik.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kata dia, sempat meninjau langsung ke TMR untuk menengok kondisi kedua harimau, Sabtu (31/7). Ketika dikunjungi keduanya disebut sudah dalam kondisi lebih baik. Pihaknya masih menyelidiki sumber penularan yang dialami harimau.
"Saat tinjauan tadi, kondisi kedua satwa sudah sehat. Nafsu makan sudah kembali normal dan satwa juga sudah kembali aktif," ungkapnya.
Suzi juga menegaskan kedua satwa tersebut tidak menularkan virus kepada manusia. Ia menjelaskan belum ada studi yang menunjukkan virus dari satwa yang terinfeksi Covid-19 mengandung virus aktif.
Sebuah penelitian yang dipimpin oleh pakar virus internasional Yoshihiro Kawaoka dari Universitas Tokyo dan ilmuwan dari University of Wisconsin menemukan kucing yang terinfeksi virus corona SARS-CoV-19 bisa menginfeksi kucing lain.
Menurut para ahli, tidak ada bukti bahwa kucing berkontribusi terhadap penyebaran covid-19. Namun sebagai antisipasi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS merekomendasikan warga membatasi interaksi dengan hewan peliharaan ketika sakit. **Prc7
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.









