Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Berhasil Menghempas Lawannya Di Final Atlit Silat Meranti Farel Islami Raih Mendali Emas
PELITARIAU, Meranti - Pesilat Kepulauan Meranti utusan dari Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Perisai Diri, M Farel Islami Rivel berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Piala Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru.
Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Selatpanjang ini, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan merebut medali emas sekaligus dinobatkan sebagai pesilat terbaik pria.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari itu yakni 13-15 Juni 2021 di SMK Muhammadiyah 3 Terpadu Pekanbaru diikuti oleh pesilat-pesilat terbaik utusan dari berbagai perguruan.
Farel panggilan akrabnya turut ambil bagian bersama puluhan perguruan silat lainnya di Provinsi Riau. Dengan persiapan yang matang dibawah asuhan pelatih Rony Samudera, anak pertama pasangan Aipda H Andri Kurniawan dan Novellitta ini berhasil menampilkan penampilan terbaiknya dan berhasil menumbangkan lawannya di setiap sesi pertandingan.
Pada partai final, Farel berhasil menghempas lawannya pesilat dari Perguruan Pencak Silat (PPS) Kumango Pekanbaru dan menang dengan skor 5-0, sebelumnya juga ia juga berhasil menumbangkan lawannya dari Perguruan Silat Tapak Suci dengan Skor 4-1.
Prestasi pesilat yang baru saja lolos masuk sebagai siswa di SMK Taruna Nusantara Magelang itu menjadi pembuktian untuk mengikuti para seniornya yang telah menorehkan prestasi yang tak kalah hebat. Dengan usia yang cukup muda, masa depan mahasiswa ini dalam mengembangkan bakat minatnya masih terbuka lebar yang sebelumnya banyak prestasi yang telah diraih oleh Farel.
Adapun prestasi yang telah diraih sebelumnya adalah medali emas Singapore Open Tournament Pencak Silat tahun 2019, medali emas Perisai Diri Next Generation Championship tahun 2019 dan medali emas O²SN antar kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2020.
"Sebuah kebanggan bagi kami bisa bertanding dengan membawa nama kampung dan perguruan. Kami juga senang karena hasil yang kami raih sangat baik yaitu berhasil membawa pulang medali emas dan dinobatkan sebagai pesilat terbaik," kata Farel singkat, Rabu (16/6/2021).
Farel juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pelatih, guru, orang tua dan seluruh masyarakat Kepulauan Meranti atas dukungan dan doa yang telah diberikan kepadanya selama persiapan hingga akhirnya menjuarai kejuaraan ini.
Sementara itu Pelatih Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Perisai Diri, Rony Samudra mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih atlet pencak silatnya.
Ia berharap atlet tersebut bisa mempertahankan prestasinya serta tidak berpuas diri untuk terus mengikuti Kejuaraan pencak silat lainnya.
"Semoga prestasi ini tidak menjadikan Farel langsung berpuas diri. Saya harap mereka dapat mempertahankan prestasinya ini," ungkapnya. **
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.
Kalapas Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin Keamanan dan Deteksi Dini
PELITARIAU Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mela.
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
PELITARIAU, Pekanbaru – Wujud kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditun.
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.









