• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1085 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2363 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2732 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5283 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2424 Kali

  • Home
  • Pelitariau TV
  • Indragiri Hulu

Suku Talang Mamak di Riau

Pak Tatung Maestro Gambus Talang Mamak, Penampilannya Pukau Balai Bahasa Kemendikbud

zulpen

Senin, 08 Februari 2021 10:32:32 WIB
Cetak

PELITARIAU, Inhu - Cerita eksistensi suku talang mamak di Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) Provinsi Riau, sebagian besar digambarkan oleh musik gambus yang dimainkan pak Tatung, masyarakat minoritas talang mamak yang sudah puluhan tahun berjuang atas pengakuan hak adat dan ulayatnya kepada pemerintah sebagian besar digambarkan oleh pak Tatung dalam bergambus.

Tatung pemilik nama lengkap Syaparudin juga diakui oleh masyarakat sebagai Mangku adat di kelompok minoritas suku talang mamak Rantau Langsat Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Inhu. Alunan lagu gambus yang dibawakan pak Tatung bersama rekanya Madi dan Andra ternyata memukau tim peneliti dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia saat berkunjung ke Talang Durian Cacar Kecamatan Rakit Kulim Kamis (4/2/2021) kemarin.

"Kesenian talang mamak ini layak ditampilkan di tingkat nasional, penampilan kegiatan kesenian seperti ini ditingkat nasional dalam rangka memperkenalkan keberadaan masyarakat minoritas talang mamak di Inhu," kata tim peneliti Suku Talang Mamak, Dr Maman S Mahayana dari Universitas Indonesia (UI) dengan lisensi peneliti madya, didampingi rekannya Drs Puji Santosa MHum, dari badan bahasa (peneliti madya), Drs Suyono (peneliti madya) dan Rohim SAg MHum berlisensi peneliti muda.

Penelitian yang dilakukan tim Badan Bahasa Kemendikbud ini melihat potensi kesenian gambus talang mamak dan tarian talang mamak layak diangkat ke tingkat nasional, dimana penelitian yang dilakukan langsung ke suku talang mamak untuk melihat langsung isu kompleksitas ketidakterpenuhinya hak-hak masyarakat yang berkaitan dengan persoalan ketimpangan wilayah, ras, gender, agama, dan politik, sebagaimana tercermin di dalam karya sastra dan bagaimana pengaruhnya dalam perkembangan kesusastraan Indonesia.

Ditambahkannya, beberapa karya sastra dalam berbagai genre, tercipta  dari situasi kemelut demokrasi terutama isu ketidakterpenuhan hak-hak warga negara di ranah kesejahteraan ekonomi, pendidikan, perlindungan dari kekerasan, ekspresi budaya dan keyakinan, perlindungan hukum, kesetaraan politik, serta menyampaikan opini.

"Karya sastralah yang dapat memberi gambaran secara mendetail tentang problem tersebut. Karena misalnya, ketidaksetaraan adalah prosa dan puisi yang dianggap sebagai cermin atau potret masyarakat, mimetik, dan hasil karyanya menuju ke pragmatik," jelas Maman.

Tim peneliti Badan Bahasa bertemu dengan Batin Gunduk yang merupakan kepala adat Talang Mamak Ampang Delapan Kecamatan Rakit Kulim, di Kecamatan Rakit Kulim sendiri terdapat 10 suku talang mamak, diantaranya suku Talang Pri Jaya, Talang Tujuh Buah Tangga, Durian Cacar, Suku Duapuluh Patar, Sungai Jirak, suku Talang Hedabu, suku Talang Perigi, suku Talang Sungai Limau dan suku Talang Parit.

Tim peneliti tersebut juga menginap di perkampungan talang mamak Suku Ampang Delapani, dan tampak dilayani akrab oleh masyarakat adat talang mamak tersebut. Saat itu Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) juga hadir ditengah masyarakat talang mamak serta hadir juga penulis buku "Mantra Puisi" talang mamak Dheni Kurnia, yang terpilih sebagai buku terbaik HPI (Hari Puisi Indonesia) tahun 2018 lalu.

Menurut peneliti DR Maman, beberapa karya sastra dalam berbagai genre, tercipta  dari situasi kemelut demokrasi terutama isu ketidakterpenuhan  hak-hak  warga negara di ranah kesejahteraan ekonomi, pendidikan, perlindungan dari kekerasan, ekspresi budaya dan keyakinan, perlindungan hukum, kesetaraan politik, serta menyampaikan opini.

Sedangkan Batin suku Ampang Delapan, Gunduk menyambut senang atas kehadiran tim peneliti dari Badan Bahasa Kemendikbud RI, dia berharap seluruh isu suku talang mamak di Inhu bisa sampai ke tingkat pemangku kepentingan di Jakarta. 

"Saat ini kami belum memiliki akte perkawinan yang dikeluarkan oleh pemerintah, kami hanya memiliki surat nikah yang dikeluarkan oleh batin saja," kata Gunduk bercerita kepada tim peneliti.

Suku talang mamak di Inhu meyakini dan menganut agama Islam, namun sebagian suku talang mamak masih meyakini "Islam langkah lama" yang diyakini mereka sama halnya dengan agama Islam yang berkembang saat ini. "Tatacara hidup kami sesuai dengan Islam, namun dalam Islam langkah lama kami tidak melaksanakan kewajiban sepeti sholat, puasa, haji, puasa," katanya.

Setiap tahun, suku talang mamak hilir ke Kerajaan Indragiri untuk menyembah raja, kegiatan dua kali dalam setahun itu dilakukan terus menerus sampai dengan tahun 2020 lalu, dan itu akan terus dilakukan oleh suku Talang Mamak. "Kami ke kerajaan menyembah raja sambil membawa buah tangan, seperti ayam, hasil alam dan lainya," kata Batin Gunduk. **Prc



 Editor : Hendra

[Ikuti ForumKerakyatan.com


pelitariaumedia
BERITA LAINNYA +INDEKS
Pelitariau TV

Aktivitas Ilegal, Sudah 5 Tahun Galian C Milik Naukup Manullang Tak Tersentuh Hukum

Selasa, 23 April 2024 - 18:11:24 WIB

PELITARIAU, Inhu - Tambang "Emas Putih" yang viral di Desa Belimbing Kecamatan B.

Pelitariau TV

Yusuf Daeng: Gugatan Sampai MA 3,8 haktar Tanah Stadion Utama Riau Dimenangkan Samsuarni

Selasa, 12 April 2022 - 21:45:19 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Kuasa hukum Samsuarni Dr Yusuf Daeng SH.

Pelitariau TV

Ini Harapan Gubri Kepada Pengurus HKTI Riau Periode 2021-2026

Sabtu, 02 April 2022 - 18:29:41 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI.

Pelitariau TV

Vidio: Pendekar Berita Oleh Dodi Irawan Pukau Wartawan di JMSI Rohil

Selasa, 01 Maret 2022 - 20:43:12 WIB

PELITARIAU, Rohil - "Pendekar berita jadi pembeda Ka.

Pelitariau TV

Sambutan Ramon Damora Yang Berpuisi 'Aku'

Selasa, 15 Februari 2022 - 12:34:37 WIB

PELITARIAU, Kendari - Hiduip ini sebentar, tapi karyalah yang kekal demikian arti dari pepatah la.

Pelitariau TV

Dodi Irawan Sastrawan Nasional Itu Sebut Nama Jokowi Dalam Puisi Ratu Dunia

Kamis, 10 Februari 2022 - 22:34:41 WIB

PELITARIAU, Kendari - Legislator asal Kabupaten Indragiri Hulu .

Terkini

  • +INDEX
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
01 Juli 2026
Utamakan Pelayanan, Klinik Lapas Bersama Ka.KPLP Tangani Pengunjung Yang Alami Gangguan Kesehatan
01 Juli 2026
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
01 Juli 2026
Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
30 Juni 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
  • 2 Wabup Muzamil Instruksikan Seluruh Aparat Desa Dukung Percepatan Sensus Ekonomi 2026
  • 3 Bupati Asmar Teken Kerja Sama Program Desa Bebas Api, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti
  • 4 Wakapolres Kepulauan Meranti Hadiri Penandatanganan MoU Desa Bebas Api PT RAPP, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
  • 5 Meriahkan Hari Bhayangkara Ke - 80 Polres Meranti Gekar Olaraga Bersama Penuh Kebersamaan
  • 6 Bupati Asmar Hadiri Pembukaan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
  • 7 Bupati Asmar dan Wabup Muzamil Hadiri Pelepasan Pawai Ta'aruf MTQ ke-44 Provinsi Riau di Kuansing

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved