DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Menjaga Kearifan Lokal Lewat Sensasi Kenikmatan dan Kehangatan Semangkuk Sempolet

Editor :Herman Sabtu,31 Oktober 2020 | 09:37:10 WIB
Menjaga Kearifan Lokal Lewat Sensasi Kenikmatan dan Kehangatan Semangkuk Sempolet Ket Foto : Sempolet

PELITARIAU, Meranti - Meranti memiliki banyak makanan khas berbahan sagu. Selain diolah menjadi mie, sagu juga dapat diolah menjadi sempolet. Sempolet merupakan salah satu masakan khas Melayu Riau. Masakan ini biasanya dapat ditemukan pada masyarakat Melayu di Riau pesisir seperti di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bengkalis. Sempolet sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, bagi masyarakat Melayu Riau membuat dan mengonsumsi Sempolet menjadi salah satu cara untuk melestarikan kearifan lokal yang terus dijaga untuk generasi selanjutnya.

 Sebagai daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia, Kepulauan Meranti memiliki banyak makanan khas berbahan sagu seperti mie sagu, cendol sagu, kerupuk sagu, brownis sagu, Bakso Sagu dan lain sebagainya. Selain diolah menjadi berbagai macam panganan, sagu juga dapat diolah menjadi Sempolet. Sekilas, tekstur Sempolet sangat mirip seperti soup kental serta mirip makanan khas Papua yaitu Papeda. Jika Papeda dinikmat bersama ikan saja, Sempolet justru lebih variatif bisa di campur dengan aneka sayuran. 

Sempolet diibaratkan seperti soup berkuah pedas, namun terbuat dari sagu yang dicampur dengan sayuran pakis, sayur kangkung, wortel, jamur, bahkan bisa di campur bakso  beserta udang, teri, siput atau daging lokan (sejenis kerang) serta sejumlah perencah lainnya, perencah ini tergantung dari selera masing-masing. Perpaduan makanan ini menunjukkan pemanfaatan kearifan lokal yang optimal oleh masyarakat setempat. Meskipun Sempolet terbuat dari sagu yang mengandung protein lebih rendah dari pada beras, tetapi pembuatan Sempolet didukung oleh bahan-bahan yang kaya serat dan protein. 

Sayuran hijau termasuk pakis-pakisan, kangkung serta daun lainnya  mengandung serat dan vitamin yang tinggi dan baik untuk pencernaan. Udang juga mengandung kadar protein yang tinggi karena mengandung asam amino. Hal ini menyebabkan Sempolet tidak hanya mengenyangkan tetapi juga menjadi asupan protein dan serat yang bermanfaat bagi tubuh. 

Sempolet dapat dinikmati selagi hangat sebelum mengental karena dingin. Sempolet tidak bisa dipanaskan berulang-ulang karena akan mengubah rasa dan bentuknya. Oleh karena itu, sempolet jarang dijual dan hanya dibuat di rumah pada acara-acara tertentu seperti acara tradisi, perhelatan pemerintahan di kabupaten, atau hari-hari besar lainnya.

Cara membuat sempolet cukup sederhana dengan bahan dasar yang mudah didapat. Bumbu yang digunakan adalah irisan bawang merah, bawang putih, merica dan cabe kriting. Bumbu tersebut digiling dan dimasukkan ke dalam air bersama sayur pakis-pakisan atau sayur lainnya seperti kangkung, wortel, jamur, bakso, teri, udang, siput atau pun kerang dimasukkan setelah air mendidih. Kemudian, masukkan tepung sagu yang telah dilarutkan dalam sedikit air. Aduk perlahan sampai kuah mengental dan menyatu dengan sayuran tadi. Sempolet siap disantap dengan taburan bawang goreng dan daun seledri. 

Ciri khas dalam menyantap sempolet ini adalah menggunakan sumpit untuk mengambil sayurannya, sedangkan kuah yang hangat dan pedas langsung dapat diteguk dari mangkok seperti meminum air. **


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved