Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Engkorang jangan Banyak Bual kalau Belom ke Museum Batam
PELITARIAU, Batam - Koleksi Museum Batam, Raja Ali Haji semakin lengkap dengan bertambahnya koleksi berupa foto-foto berikut narasinya yang dipajang didinding.
Pajangan Foto itu menceritakan tentang sejarah peradaban Batam.
“Koleksi museum bertambah lengkap, dengan hadirnya foto-foto yang menceritakan tentang sejarah Masa Riau Lingga,” kata Muhammad Zen, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, ketika meninjau museum Pada Jumat (18/9/2020).
Zen menyebutkan, deretan foto – foto tersebut diantaranya adalah foto Raja Ali Haji, seorang pengarang Melayu abad ke-18 yang termasyhur.
Ada pula foto Sultan Abdul Raham Muazzam Syah III, Sultan Abdul Raham Muazzam Syah II, dan foto Raja Ali Kelana Ibni Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi, sebagai Kelana Kerajaan Riau Lingga Tahun 1896.
Pada Masa Riau Lingga ini, dipajang pula foto suasana sekitar halaman, ketika dilakukannya prosesi penabalan atau pelantikan, Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah II di Pulau Penyengat, pada tahun 1885.
Tampak pula koleksi foto perempuan Melayu Daik Lingga sedang mengenakan pakaian khas Melayu Tudung Manto dan Kebaya Labuh.
Kemudian foto prosesi mandi tabal Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah II serta ruang pelamin dalam istana di Pulau Penyengat.
“Selain itu, terdapat tugu Cogan, di dalam Museum juga ada foto menceritakan tentang Cogan, yang merupakan alat kebesaran kerajaan Johor, Pahang, Riau, Lingga,” sebutnya.
Katanya lagi, saat ini tim Disbudpar Batam juga tengah menyiapkan foto-foto lainnya untuk memperkaya koleksi yang akan dipajang di Museum Batam Raja Ali Haji.
“Kita sedang menyiapkan barang koleksi lainnya, sehingga semakin lengkap isi koleksi Museum Batam Raja Ali Haji,” terangnya.
Sementara Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, keberadaan Museum Batam Raja Ali Haji ini, untuk memenuhi kebutuhan warga Batam dan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Museum ini jadi destinasi wisata terbaru di Kota Batam,” katanya.
Disebutkannya, museum juga bisa menjadi destinasi baru bagi siswa untuk belajar tentang kebudayaan Batam.
Karena konsep yang ditampilkan, oleh museum yang berlokasi di Dataran Engku Putri Batam Centre ini, menggambarkan perjalanan sejarah Batam sejak masa Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temanggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khasanah Melayu, dan infrastruktur atau Batam sekarang.
Selain foto, isi museum juga dilengkapi dengan keramik kuno peralatan upacara adat dan peninggalan bersejarah lainnya.
“Ada banyak benda bersejarah yang bisa diketahui ketika mereka berkunjung ke Museum Batam,” pungkasnya. **prc4
sumber: batamclik
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.









