Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Ketua Umum DPN Gelora Beberkan Lima Indikator Cetak Pemimpin Bangsa yang Berkualitas
PELITARIAU - Pemimpin Indonesia di masa mendatang harus memiliki lima komponen dasar, sehingga menjadi pemimpin berkualitas. Kelima komponen dasar yang dimaksud, pertama memiliki kesadaran yang mendalam tentang krisis. Kedua punya semangat kepahlawanan nubuwwah. Ketiga pemimpin yang membicarakan solusi bukan masalah. Keempat pemimpin sebagai pemersatu bangsa dan kelima pemimpin yang mampu merealisasikan kerjanya menjadi nyata dan bukan hanya wacana.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpina Nasional (DPN) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Muhammad Anis Matta saat Orasi Kebangsaan bertajuk ‘Fitur Pemimpin Peradaban’ usai melaunching Akademi Pemimpin Indonesia (API) partai Gelora Indonesia yang digelar secara virtual di Jakarta, Senin (17/8) malam.
“Kita ingin arah baru untuk membawa Indonesia jadi kekuatan kelima dunia. Untuk bisa melahirkan pemimpin besar, bisa membawa narasi besar Itulah misi utama API,” Anis Matta.
Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014 tersebut, menjelaskan lebih lanjut kelima fitur atau komponen dasar yang harus dimiliki pemimpin Indonesia pada masa mendatang ini.
Fitur atau komponen dasar pertama untuk melahirkan pemimpin adalah memiliki kesadaran mendalam oleh krisis. ‘’Penting sekali jika pemimpin memiliki kesadaran mendalam akan krisis,’’tutur Anis.
Fitur kedua, memiliki semangat kepahlawanan dan tanggung jawab tinggi. Pemimpin itu punya semangat kepahlawanan nubuwwah, semangat kepahlawanaan profetik, punya apa yang disebut sebagai profetik heroism. Jadi, pemimpin itu merasa memiliki tanggung jawab pribadi atas masalah bangsanya, bahwa krisis ini secara pribadi adalah panggilan dirinya dan panggilan inilah yang dia jawab.
“Ciri yang menandai para pahlawan yang memiliki semangat nubuwwah itu yakni semangat pertangungajawaban, baik kepada Allah, manusia, dan sejarah yaitu kepada generasi yang akan datang,” imbuh laki-laki kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 7 Desember 1968 tersebut.
Fitur ketiga, pemimpin yang membicarakan solusi bukan masalah. Pemimpin yang memiliki agama sebagai pegangan, punya pengetahuan untuk mengaplikasikan cara bekerja. Pemimpin itu harus mempunyai kemampuan menggabungkan antara elemen agama dan pengetahuan.
Dalam makna itu, baru ketemu dengan persoalan utama bahwa dalam krisis besar manusia dibutuhkan agama sebagai pegangan dan pengetahuan sebagai cara kerja.
Memadukan agama dan pengetahuan adalah narasi besar sepanjang peradaban,’’ucap Anis.
Menurut Anis, sangat penting apabila seorang pemimpin meletakkan rakyat menjadi nomor satu atas segalanya. Dia menyebut suatu negara akan maju apabila masyarakat diutamakan. Contoh Uni Soviet bubar karena menomorduakan rakyat.
“Dalam narasi dan peta jalan menggabungkan agama dan pengetahuan ini, kita harus meletakkan masyarakat sebagai prioritas utama, karena itu sumber utama kekuatan negara. Masyarakat kuat kalau tujuan hidup jelas, dan sumber keberdayaannya pengetahuannya ada.”ujarnya.
Menurut Anis, agama, pengetahuan dan masyarakat ini yang jadi komponen dasar peta jalan yang dilalui. Kalau bicara Indonesia sebagai kekuatan kelima dunia, inilah ketiga komponen dasarnya, yaitu mendahulukan masyarakat, agama dan pengetahuan sebagai sumber keberdayaannya. Setelah itu barulah melangkah ke yang lainnya, masuk ke standar umum yaitu militer, teknologi dan seterusnya.
Fitur keempat, pemimpin yang akan dilahirkan Gelora adalah pemimpin yang juga sebagai pemersatu bangsa dalam hal apapun. Fitur kelima, fitur efektifitas, yakni pemimpin yang mampu merealisasikan kerjanya menjadi nyata dan bukan hanya wacana.
Adapun yang dimaksud efektifitas itu, pemimpin yang ingin Partai GELORA lahirkan, bukan hanya mengerti apa yang dia mau, bukan hanya mengerti bicara narasi yang dia bawa, tapi juga buat narasi itu bekerja dalam kehidupan yang real, bagaimana rencana itu tereksekusi dengan baik dalam kenyataan.
Dia menyebut, lima fitur itu akan digunakan sebagai indikator Gelora dalam mencetak pemimpin berkualitas. **prc4
sumber: tilongkabilanews.com
DPRD Riau Turun ke Warga: Ginda Burnama Sosialisasikan Ranperda RT RW di Marpoyan Damai
PELITARIAU, PEKANBARU – Anggota DPRD Provinsi Riau, Ginda Burnama ST MT, mengg.
Ini Kata Mona Sri Wahyuni Usai Pelantikan Pengurus PAN se Riau oleh Zulkifli Hasan
PELITARIAU, Pekanbaru - Anggota DPRD kota Pekanbaru, Mona Sri Wahyuni SE, AK men.
Polres Pelalawan Gerebek Rumah Kontrakan di Rawang Sari, 28 Paket Sabu Disita
PELITARIAU, Pelalawan - Sat Resnarkoba Polres Pelalawan kembali menggagalkan per.
DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Gelar Berbuka Puasa Bersama Dan Santuni Puluhan Anak Yatim
PELITARIAU Pekanbaru - Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Riau .
Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto: Konferda Momentum Untuk Memperkuat Akar Rumput Partai dan Kader
PELITARIAU, Pekanbaru – Sabtu (22/11/2025) bertempat di Hotel Labersa Se.
Drs H Asra Faber MM: Orang Baik Harus Paham Politik Jika Tidak, Penjahat yang Kendalikan
PELITARIAU, Sumbar - Orang baik, harus paham mengenai politik. Jika tidak,.









