Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Gubri Minta Daerah Terapkan Sanksi Soal Masker, TNI/Polri Siap Turunkan Personel Tertibkan Warga
PELITARIAU, Pekanbaru - Gubernur Riau Syamsuar tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat Riau untuk patuh menjalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan. Karena sampai saat ini tren kenaikan kasus positif Covid-19 setiap harinya terus meningkat.
Hal tersebut ditegaskan Gubri saat menerima bantuan ribuan masker dari perusahaan dan BUMN yang ada di Riau, Rabu (19/8/2020) di Gedung Daerah, Gubernuran Riau. Gubri juga mengingatkan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker.
“Saat ini di Riau tren kenaikan kasus positif covid-19 masih terus terjadi. Untuk hari ini saja kasus positif di Riau mencapai angka 1.039. Ada tiga kabupaten/kota yang menonjol masuk dalam zona orange, yakni, Kampar, Siak dan Pekanbaru,” ujar Gubri.
“Dengan Gerakan Bagi Masker dari pemerintah pusat melalui Inpres (Instruksi Presiden), dan ada yang dibantu oleh perusahaan ini, diharapkan bisa mengedukasi masyarakat untuk memakai masker. Karena dengan memakai masker ini bisa menghindari penularan hingga 70 persen,” kata Gubri.
Dikatakan Gubri, Gebrakan Masker diawali oleh arahan dari Presiden dimulai dari Inpres, dilanjutkan dikeluarkannya Pergub, Perbup, dan Perwako. Di mana bisa menertibkan masyarakat dengan memberikan sanksi bagi yang tidak mematuhi protokol kesehatan.
“Gebrakan Masker diawali oleh arahan Presiden agar mulai dari Inpres. Sebenarnya ini bagaimana meningkatkan disiplin masyarakat. Dengan menerbitkan Perbup, Perwako. Saat ini Pekanbaru sudah menjalankannya. Tapi jangan berhenti, nah daerah lain juga ikut menjalankannya,” tegas Gubri.
"Masing-masing sudah mengeluarkan aturan, yah dilaksanakan, ada yang bergerak, tapi ada yang belum begerak. Ada yang tidak berani, tidak ada alasan tidak menerapkan sanksi. Menindak ada dasar hukumnya, laksanakan itu, dan tidak boleh berhenti, masih banyak masyarakat tidak disiplin,” tegasnya lagi.
Gubri kembali menyatakan, ia telah turun bersama Kapolda, Danrem dan Satgas Covid-19, ke daerah-daerah yang terkonfirmasi positifnya banyak. Dan dari pihak TNI/Polri, siap menurunkan personel untuk membantu daerah dalam menertibkan masyarakat.
“Kami sudah turun ke Siak, bersama Kapolda dan Danrem, hari ini rencananya ke Kampar. Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan kabupaten/kota untuk mematuhi protokol kesehatan. Dan dari Polda siap menurunkan personel, membantu pemerintah untuk menertibkan masyarakat menggunakan masker,” kata Gubri lagi.
Untuk diketahui, sebelumnya Gubri bersama Tim Penggerak PKK mulai membagikan masker kepada masyarakat. Ditargetkan bantuan dari perusahaan mencapai 1 juta masker, dan Provinsi 2 juta masker, termasuk dari kabupaten/kota. **prc4
sumber: riaumandiri.id
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
PELITARIAU, PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR).
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.
Kalapas Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin Keamanan dan Deteksi Dini
PELITARIAU Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mela.
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
PELITARIAU, Pekanbaru – Wujud kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditun.









