Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Tragis, Seorang Ibu Muda di Pelalawan Ditemukan Tewas Terbakar di Belakang Rumahnya
PELITARIAU, Pelalawan - Seorang ibu muda beinisial RN (26) ditemukan meninggal dunia dengan tragis. Ia ditemukan hangus di bawah pohon sawit yang berada dibelakang rumahnya.
Kuat dugaan ia melakukan bunuh diri dengan cara membakar diri. Pasalnya, di dekat korban ditemukan barang bukti berupa satu buah mancis warna putih, bekas baju terbakar warna biru, bekas jerigen terbakar, dan perhiasan milik korban berupa kalung, cincin dan anting.
Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIk melalui Kasubbag Humas Polres Pelalawan IPTU Edy Haryanto, Kamis (9/7/2020) menjelaskan, Kapolsek Pangkalan Lesung AKP Nazaruddin SE mendapatkan laporan dari Bhabinkamtibmas Desa Sari Makmur AIPDA P Harahap perihal adanya warga yang meninggal karena bunuh diri, Rabu (8/7/2020) subuh.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek langsung memerintahkan Unit Reskrim Polsek Pangkalan Lesung dan piket SPK untuk ke TKP. Dan sesampainya di TKP, tim melihat korban dalam kondisi sudah dibungkus dengan kain dan diletakkan di ruang rumah orang tua korban.
"Disaksikan oleh pihak keluarga dan pihak desa serta tokoh masyarakat, tim meminta kepada keluarga untuk membuka kain pembungkus mayat tersebut. Dan setelah dicek bahwa benar korban sudah dalam kondisi hangus," tegas Kasubbag Humas.
Kemudian tim melakukan pengecekan TKP. Korban diduga membakar diri tepatnya di dekat batang sawit di belakang rumah yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah, dan di TKP ditemukan barang bukti. Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Pangkalan Lesung guna dilakukan visum.
Menurut keterangan saksi yang merupakan bapak kandung korban, saksi terbangun pada pukul 04.00 WIB dan mendengar anak RN yang masih bayi menangis. Kemudian ia menanyakan kepada istrinya keberadaan RN. Istrinya menduga RN buang air.
"Bapak korban berusaha memanggil dan mencari ke kamar mandi namun korban tidak ditemukan. Kemudian ia berusaha mencari keluar rumah. Saat berada di belakang rumah, saksi melihat ada sesosok mayat yang telah tergeletak di dekat pohon sawit. Dan ketika didekati saksi terkejut, mayat tersebut merupakan anaknya yang bernama RN sudah dalam kondisi hangus," ujarnya.
Menurut keterangan ibu kandung korban, kata Edy Harianto, belakangan korban sering termenung tidak seperti biasa. Namun tidak ada tingkah lakunya yang aneh. Namun korban sering menyendiri. Ketika ditanya, korban mengaku tidak tidak ada masalah.
Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter Harry dari Puskesmas Pangkalan Lesung terhadap korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan luar pada tubuh korban. Puskesmas menyarankan, untuk mengetahui penyebab kematian agar dilakukan autopsi di rumah sakit Pekanbaru.
"Namun atas permintaan keluarga korban, keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi," cakapnya. **prc4
sumber: cakaplah
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.
Kalapas Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin Keamanan dan Deteksi Dini
PELITARIAU Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mela.
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
PELITARIAU, Pekanbaru – Wujud kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditun.
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.









