Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Rumah Nawacita: Reforma Agraria Sudah Ketinggalan Gerbong Kereta
PELITARIAU - Hingga saat ini pelaksanaan reforma agraria masih mengalami sejumlah hambatan oleh karena keterlambatan pelaksanaannya sejak UUPA 1960 diberlakukan. Praktis, sejak penerbitan UUPA tersebut, reforma agraria yang merupakan ‘roh-nya’ tidak dilaksanakan secara optimal.
” Ibaratnya, pelaksanaan reforma agraria saat ini sudah “ketinggalan gerbong kereta” apalagi eskalasi masalah dan konflik agraria begitu tinggi,” ujar Founder Rumah Nawacita, Raya Desmawanto, MSi mengutip ringkasan Dialog Zoom Meeting Menteri ATR/ Kepala BPN RI, Dr Sofyan Djalil, Minggu (14/6/2020) dengan tema “Masa Depan Reforma Agraria”.
Dikatakan Raya, salah satu hambatan dari sisi birokrasi pemerintahan dalam percepatan program reforma agraria, termasuk rendahnya koordinasi dan kolaborasi stakeholder terkait.
” Kementerian ATR/ BPN hanya melakukan reforma agraria terbatas pada lahan areal penggunaan lain (APL), sementara penataan agraria pada sektor kehutanan merupakan leading sector dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” jelas Raya.
Akibatnya ditegaskan Raya, terjadi ketimpangan penguasaan tanah secara serius dan masalah pokok yang harus segera ditata ulang kembali.
” Pemerintah RI, khususnya era Presiden Jokowi telah memiliki perhatian khusus dan konkret dalam melakukan reforma agraria, khususnya menyangkut legalisasi, sertifikasi dan redistribusi tanah untuk rakyat melalui program PTSL dan TORA,” papar Raya.
Ditegaskan Raya, Pemerintahan Jokowi juga tidak ingin pelaksanaan reforma agraria di Indonesia mengalami kegagalan dan kehancuran seperti yang dialami oleh Zimbawe saat rezim Mugabe berkuasa.
” Namun pemerintah tetap hati-hati agar reforma agraria bisa dikendalikan, karena menyangkut fungsi tanah yang utama, misalnya produksi pangan yang harus dijaga,” ujar Raya Desmawanto, MSi. **prc4
sumber: riaucrime.com
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









