DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Italia dan Prancis Kembali Laporkan Lonjakan Kasus Usai Longgarkan Lockdown

Editor :Bambang S Kamis,21 Mei 2020 | 09:50:57 WIB
Italia dan Prancis Kembali Laporkan Lonjakan Kasus Usai Longgarkan Lockdown Ket Foto : Italia dan Prancis kembali laporkan lonjakan kasus Corona usai longgarkan lockdown.

PELITARIAU, Italia - Italia kembali laporkan lonjakan kasus Corona usai longgarkan pembatasan atau lockdown. Lonjakan ini diwaspadai menjadi gelombang kedua Corona di Italia.

Mengutip Daily Star, angka resmi pemerintah pada Selasa, mencatat setidaknya ada 162 kematian di Italia. Jauh lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya yaitu 99 kasus kematian.

Italia menjadi negara Eropa yang paling parah terdampak wabah virus Corona COVID-19. 99 kasus kematian yang tercatat di hari Senin menandakan pertama kalinya Italia melapor kasus kematian kurang dari 100 orang dalam satu hari, sejak Maret lalu.

Akhir pekan lalu, perdana menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan bahwa dia menyadari pelonggaran pembatasan berdampak pada lonjakan kasus Corona. Namun ia menegaskan tak bisa menunggu vaksin Corona untuk mulai membuka kembali pembatasan secara bertahap.

"Kami mengambil risiko yang diperhitungkan, sadar bahwa kurva penularan dapat naik lagi. Namun kita tidak bisa menunggu untuk vaksin," kata Giuseppe Conte.

Prancis pun mengalami hal yang sama. Usai kembali membuka sekolah, 77 kasus baru Corona dilaporkan pada hari Senin (18/5/2020).

"Tidak bisa dihindari hal semacam ini akan terjadi," kata Menteri Pendidikan Prancis, Jean-Michel Blanquer kepada stasiun radio Prancis RTL.

Sebelumnya, Prancis menutup semua sekolah dan lembaga pendidikan lain pada 17 Maret lalu sebagai bagian dari 'lockdown'. Namun dua bulan setelahnya, pemerintah mulai mencabut beberapa batasan sosial seperti membuka kembali beberapa toko dan sekolah. **prc4

sumber: detikhealth


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved