Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
DPR Dinilai Terlambat Kiritisi Program Kartu Prakerja
PELITARIAU, Jakarta - Akhirnya partai politik (parpol) angkat bicara soal kritikannya, terhadap program kartu Prakerja ala Pemerintah Jokowi-Ma'ruf. Sebagai bantuan masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan gelontoran anggaran Rp 5,6 triliun.
Kritikan dilayangkan dari PDIP. Anggota DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan meminta KPK ikut terlibat mengawasi tender 8 start up menjadi salah satu kecurigaan ada kongkalingkong dalam program tersebut.
Senada dengan PDIP, parpol di barisan pemerintah NasDem dan Gerinda juga turut ikut mengkritik. Sedangkan Golkar menepis bahwa program kartu Prakerja sudah tidak ada celah untuk korupsi.
Melihat kondisi tersebut, Peneliti Transparency International Indonesia (TII) Alvin Nicola menganggap, parpol yang saat ini memertanyakan program kartu Prakerja disebutnya terlambat.
"Kami juga menganggap walaupun banyak parpol mulai ikut mempertanyakan program ini. Ya, itu seharusnya dilakukan sejak awal penanganan. Kami mengapresiasi, tapi terlambat," katanya saat diwawancara merdeka.com, Sabtu (2/5).
Alvin menilai, DPR sudah seharusnya melakukan pengawasan sejak proses penanganan pandemi ini dimulai bukan ketika sudah jalan.
"Publik berharap proses evaluasi dapat berjalan cepat dan transparan. Terlebih, Bagi kami langkah Pemerintah yang memasukkan program kartu Prakerja ke dalam program penanganan dampak Covid-19 tidak relevan sejak awal," ungkapnya.
Program yang merangkul delapan platform digital yang terlibat, yakni Tokopedia, Skill Academy by Ruang Guru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir dan Sisnaker.
Alvin menduga, kedelapan platform digital terpilih merupakan hasil dari proses persaingan usaha yang tidak sehat dan sesuai. Dia mendorong supaya program kartu Prakerja dievaluasi dan dihentikan.
"Konkretnya, batalkan wacana penambahan anggaran program kartu Prakerja untuk penanganan Covid-19 lainnya dan merealokasikan anggaran seluruhnya untuk memberikan bantuan ke warga rentan miskin dan, atau pemenuhan alat kesehatan," tutupnya. **prc4
sumber: merdeka.com
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









