Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Cegah Corona, Napi di Lapas Ini Dipantau Lewat Gelang Elektronik
PELITARIAU, Sumatera selatan - Saat Virus Corona COVID-19 terus mewabah, Lapas 2B Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan menerapkan pemakaian gelang elektronik Radio Frequency Identification atau RFID. Gelang ini berfungsi agar para napi dapat dipantau keberadaannya dan apakah napi tersebut menempati blok yang sesuai atau tidak.
Kalapas Klas 2B Sekayu, Pujiono Gunawan, mengatakan melalui gelang ini napi yang berpindah-pindah kamar atau blok dapat terdeteksi. Selain itu ini juga menghindari kontak langsung antara sipir dengan napi, karena untuk mendata, napi hanya perlu menempelkan gelang ke RFID reader.
"Dengan adanya covid ini ada manfaatnya menggunakan gelang RFID ini. Jadi dengan melalui aplikasi ini, hanya butuh menyentuhkan gelang saja ke alat sensor apakah benar yang bersangkutan benar di kamar situ," kata Pujiono, dalam keterangannya, Senin 27 April 2020.
Selama ini, kata Pujiono, sistem pendataan mamar di Lapas Sekayu masih menggunakan cara manual yakni absensi melalui buku, dan diharapkan dengan gelang RFID ini proses pendataan lebih cepat. Pujiono mengklaim, lapas 2B Sekayu adalah yang pertama menggunakan teknologi ini.
"Diharapkan dengan sistem ini untuk meminimalisir adanya perpindahan kamar ataupun penempatan kamar yang tidak sesuai dengan database yang kami miliki," ujarnya.
Sementara itu, programmer gelang elektronik tersebut, Nurwidi Asmoro, mengatakan dalam penerapan teknologi ini RFID disematkan dalam gelang karet yang dipakaikan ke warga binaan. Gelang tersebut sudah diujicoba dan tahan di segala kondisi. "Itu bisa dibawa mandi cuci dan bisa dibanting juga enggak masalah," ujar Nurwidi.
Dengan begitu, warga binaan tidak ada alasan untuk mencopot gelang tersebut. Selain itu, jika yang memakai gelang orang yang berbeda, itu juga akan dapat diketahui dengan mudah.
"Gelang ini dipakaikan ke semua warga binaan, dan tidak perlu khawatir akan ditukar atau tertukar. Karena jika sengaja ditukar dan mereka di tag akan ketahuan mereka bukan pemilik gelang yang sah," ujarnya. **Prc5
sumber: Viva.co.id
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









