DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Ternyata Masih Banyak yang Salah Maksud, Ini Perbedaan ODP dan PDP Covid-19

Editor :Bambang S Sabtu,28 Maret 2020 | 22:46:02 WIB
Ternyata Masih Banyak yang Salah Maksud, Ini Perbedaan ODP dan PDP Covid-19 Ket Foto :

PELITARIAU, Pekanbaru - Di tengah kepanikan wabah Corona, masih banyak masyarakat salah maksud atau sulit membedakan ODP dan PDP Covid-19. Sementara berbeda mempinyai arti yang berbeda.

Karena itu, kepanikan selalu muncul setelah melihat data yang dikeluarkan pemerintah mencapai hasil, bahkan ribuan. Padahal itu adalah data ODP atau Orang Dalam Pemantauan (ODP).


"Setiap orang yang baru melakukan perjalanan dari daerah atau negara yang warganya positif korona, itu bisa jadi ODP," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.


Misal, seseorang baru saja melakukan perjalanan dari Malaysia, artinya dia telah menjadi ODP. Sebab selama di negara tersebut, dia telah melakukan interaksi atau kontak secara langsung dengan warga di sana. Dan setiap warga di daerah yang warganya positif Corona, berpotensi akan menularkan virus ke orang lain.


Selema menjadi ODP, seseorang diminta untuk melakukannya isolasi sendiri dengan berdiam diri selama 14 hari di rumahnya. Meski demikian, orang tersebut tetap tidak luput dari pengawasan petugas kesehatan.


Biasanya perkembangan tentangan kondisi ODP akan dipantau secara berkala, bisa dengan berkomunikasi via seluler atau petugas yang akan datang ke rumah untuk mengetahui secara langsung kondisi kesehatannya.


Jika dalam masa isolasi itu, seseorang merasa perubahan suhu tubuh dan mulai batuk, pilek, demam, hingga sesak nafas, maka diminta untuk sesegera mungkin mendatangani fasilitas kesehatan terdekat, dan dia telah berstatus sebagai PDP.


PDP adalah Pasien Dalam Pengawasan. Orang ini biasanya sudah dilakukan perawatan, dan penanganannya dilakukan di rumah sakit. Artinya, si pasien sudah mengalami gejala-gejala yang mengarah pada wabah corona.


Orang dengan status PDP akan dilakukan sampel darah yang disebut swab. Sampel darah PDP akan dikirim ke Laboratorium Kesehatan di Jakarta untuk dicek hasil tes-nya, apakah positif atau negatif (Covid-19). Dan tes ini dilakukan sebanyak dua kali.


Jika hasilnya negatif, maka kemungkinan besar dia mengalami demam biasa, setelah sembuh total biasanya akan diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.


PDP Lebih besar potensi menjadi pasien positif korona, jika dibandingkan dengan ODP. Tapi tidak menutup kemungkinan ODP juga bisa langsung terjangkit virus sehingga dinyatakan positif.


Oleh karena itu, angka ODP jauh lebih tinggi dari perbandingan PDP. Penyebab sebarannya lebih luas, tetapi potensi positif lebih besar dari PDP. 


Misalnya, ada satu yang dinyatakan positif Covid-19. Korban ini ternyata pernah diputar di acara dalam jumlah peserta sekita 50 orang. Maka ada 49 orang di dalam ruangan itu berstatus ODP. ** prc4


sumber: bertuahpos


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved