DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

CEK FAKTA: Mengenal Hantavirus, Bukan Virus Baru Tapi Sudah Ada Sejak Perang Korea

Editor :Bambang S Rabu,25 Maret 2020 | 15:54:44 WIB
CEK FAKTA: Mengenal Hantavirus, Bukan Virus Baru Tapi Sudah Ada Sejak Perang Korea Ket Foto : Penyakit kencing tikus

PELITARIAU, Jakarta - Virus korona belum selesai, muncul satu virus bernama Hantavirus. Virus ini muncul dan membunuh seorang pria di Tiongkok. Menurut media pemerintah China, virus ini melepaskan virus yang baru dan sudah diinfeksi manusia beberapa dekade.

Media Global Times melaporkan kejadian terkait Hantavirus di media sosial Twitter, Selasa (24/3). " Seseorang Dari Provinsi Yunnan Meninggal ketika hearts Perjalanan Kembali Ke Provinsi Shandong untuk review BEKERJA DENGAN bus sewaan PADA hari Senin. Dia dinyatakan positif hantavirus. 32 orangutan di bus diuji ."

Lalu, benarkah Hantavirus merupakan virus baru yang muncul setelah wabah Corona?

Penelusuran

Dikutip dari indiatoday, Pusat Informasi Bioteknologi Nasional (NCBI) Amerika Serikat dalam sebuah jurnal menulis bahwa saat ini, jenis hantavirus mencakup lebih dari 21 spesies. Namun penyebabnya dari tikus-tikus kecil.

Pada tahun 1978, penyebab demam Hemerologis Korea dari hewan pengerat yang terinfeksi virus di dekat sungai Hantan di Korea Selatan.

Kemudian, virus itu dinamakan virus Hantaan, sesuai dengan nama sungai tempat para tikus terinfeksi virus. Penemuan awal ini berasal dari pendekatan ilmiah yang dimulai setelah perang Korea (1951-1953), di mana lebih dari 3.000 kasus demam berdarah Korea dilaporkan di antara pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lalu pada 1981, virus Hantaan diberi nama baru yang disebut "hantavirus". Nama ini diperkenalkan di keluarga Bunyaviridae, karena mencakup virus yang menyebabkan demam hemoroligik dengan sindrom ginjal (HFRS).

Penjelasan Hantavirus menurut CDC AS

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), juga menuliskan penyebab hantavirus melalui situs webnya. CDC menjelaskan bahwa hantavirus adalah keluarga virus yang disebarkan dari tikus dan menyebabkan berbagai sindrom penyakit pada orang di seluruh dunia.

"Hantavirus, di Amerika dikenal sebagai hantavirus 'Dunia Baru' dan dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus [HPS]," kata CDC.

"Hantavirus lainnya, yang dikenal sebagai hantavirus 'Dunia Lama', kebanyakan ditemukan di Eropa dan Asia dan dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal [HFRS]."

Jadi, pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa, bisa saja tertular virus dari tikus ini.

Bagaimana Penularan Hantavirus

Hantavirus bisa menular melalui udara. Jadi, virus-virus dalam urin tikus atau kotoran tikus menyebar ke udara. Virus juga bisa menular jika seseorang tak sengaja menyentuh urin, kotoran, atau sarang tikus yang mengandung virus. Lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.

Gejala Hantavirus

Seseorang yang terinfeksi virus ini akan merasa sakit satu hingga lima minggu usai terpapar virus dari tikus.

Awalnya seseorang dengan HPS akan merasakan:

1. Demam
2. Nyeri otot
3. Kelelahan

Beberapa hari kemudian, seseorang akan kesulitan. Hantavirus dapat mengatasi sakit kepala, mendorong, kedinginan, mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Biasanya, seseorang yang tidak dapat pilek, sakit tenggorokan, atau ruam.

Kesimpulan

Hantavirus bukan virus baru yang muncul setelah Corona atau Covid-19. Dari hasil penelusuran ditemukan fakta virus ini pertama kali muncul saat perang Korea dan baru diberi nama Hantavirus pada 1981. ** prc4 

sumber: merdeka.com


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved