DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

20 Haktare Lahan di Kota Medan Kelayang dan Jalan Lintasan 3 Desa Putus

Editor :Ramdana Kamis,23 Januari 2020 | 18:16:18 WIB
20 Haktare Lahan di Kota Medan Kelayang dan Jalan Lintasan 3 Desa Putus Ket Foto : Rombongan komisi II DPRD Inhu yang dipimpin Dodi Irawan SHi meninjau lokasi 20 haktare lahan sawah yang terendam di desa Kota Medan

PELITARIAU, Inhu - Usai melakukan Inpeksi mendadak (Sidak) di lokasi baru pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Riau Agri Utama dan PKS PT Mitra Agung Swadaya (PT MAS), rombongan komisi II DPRD Indragiri hulu (Inhu) Riau melanjutkan perjalanan dan mengunjungi Desa Kota Medan Kecamatan Kelayang, untuk untuk melihat langsung sawah yang gagal lebih kurang seluas 20 hektar.

Lahan persawahan yang dibuat sejak tahun 2018 itu terendam banjir dan ditemukan adanya jalan yang putus sepanjang lebih kurang 500 meter, akibat terendam banjir. Banjir yang terjadi diduga akibat tidak adanya irigasi dan parit gajah untuk pengaliran air akibat tingginya curah hujan.

Rombongan komisi II DPRD Inhu terlihat tiba di Desa Kota Medan pada Rabu (22/1/2020) yang dipimpin ketua komisi II DPRD Inhu Dodi Irawan SHi, tampak hadir dalam rombongan komisi II tersebut diantaranya wakil ketua komisi II Martimbang Simbolon, sekretaris komisi II Alex dan terlihat juga sejumlah anggota komisi II diantaranya Chandra Saragi SE, Syahrial, Hj Ninik Mulyani SAg dan Mulya Eka Saputra SSos. 


Ketua Komisi II DPRD Inhu Dodi Irawan SHi kepada wartawan mengatakan, lokasi persawahan yang terendam dan jalan yang putus akibat luapan air sawah tersebut mendadak terjadi setelah curah hujan tinggi di Desa Kota Medan.

Jalan yang putus tersebut menghubungkan tiga Desa yaitu, Desa Sengkilo, Kuantan Tenang dan Desa Pura. 

"Kami sangat menyayangkan dilokasi banjir ini ada proyek cetakan sawah, dan belum tau persis siapa yang menggarap Kabupaten atau Propinsi atau memang dari APBN. Berdasarkan dari laporan masyarakat kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2018 tapi tak bisa ditanami," papar Dodi. 

Selain itu, lanjutnya, info dari masyarakat pernah ada di bawa bibit padi ke lokasi persawahan yang terendam, bibit padi tersebut hanya untuk foto-foto dokumentasi saja. Dilokasi banjir terlihat kayu berserakan, apa lagi dengan adanya banjir ini, kayu-kayu hasil steking atau pembukaan lahan ini sangat mengganggu pemandangan dan kelancaran air. Ini bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. 

"Berkaitan dengan sawah ini, kami akan corsek langsung dengan dinas terkait, tentu dinas pertanian dan perkebunan akan paham bahwa ini bagaian dari pada anggara dari pemda, baik kabupaten atau Propinsi atau APBN," jelasnya. 

Dijelaskan Dodi, dari tahun 2018 lebih kurang 20 hektar lahan terlantar yang terendam banjir ini berasal dari lahan adat dan lahan pribadi milik masyarakat belum tertanam. 

"Kalau dikerjakan dengan uang negara kami berharap ini tidak jadi lahan terlantar, lahan tidak ada tumpukan kayu dan harus bersih, dan kami harus optimalkan layaknya apa yang dimanfaatkan atau fungsinya sebagai lahan pertanian," harap Dodi. 

Dodi menghimbau kepada masyarakat yang ada di sepanjang Desa Aliran Sungai (DAS) Inhu, untuk berhati-hati terhadap musibah banjir seperti di Desa Kota Medan ini, dan terlihat tadi ada warga yang menggotong sepeda motornya, karena kedalaman air hingga sedalam selutut orang dewasa. 

"Kami juga menghibau kepada dinas PU ini menjadi perhatian serius, banjir yang menyebabkan jalan putus sepanjang 500 meter mengakibatkan jalan lumpuh total, tolong jadikan prioritas utama, jalan yang terendam ini temuan kami dari komisi II DPRD Inhu di lapangan," jelasnya. **prc/Ramdana


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved