Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Syamsuddin SH MH: Abrasi di Kabupaten Meranti Sudah Sangat Memprihatinkan
PELITARIAU, Meranti - Kondisi abrasi pantai di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti , Provinsi Riau sudah sangat mengkhawatirkan.
Laju pengikisan Abrasi yang terjadi di pulau merbau, khususnya Dusun Pacul Desa Pangkalan Balai ini Mencapai 20 (duapuluh) Meter setiap tahunnya, dan puncak abrasi selalu terjadi pada bulan November sampai menjelang Tahun baru atau ketika Musim Angin Utara terjadi. hal ini Disampaikan Kepala Desa Kepada Team Pemantau yang dipimpin langsung Asisten 1 Bidang Pembangunan Daerah.
Syamsuddin SH, MH dan Didampingi Kepala Bagian Perbatasan Agustia Widodo SE, M Si, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Drs. Tasrizal Harahap bersama Staff dan diantar langsung oleh kepala Desa Kuala Merbau Efendi Alwi, Kepala Desa Pangkalan Balai Jamal.
"Saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Khususnya di Pulau Merbau ini, Desa Pangkalan Balai, Desa Centai, Desa Kuala Merbau” Hal ini disampaikan Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kepulauan Meranti Syamsuddin SH, MH, pada kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten ke Kecamatan dan Desa, Senin (28/10/2019).
Dikatakan juga oleh Syamsuddin, pemerintah kabupten Kepulauan Meranti sudah berharap pemerintah pusat ikut membantu menangani masalah abrasi pantai yang terjadi hampir disemua Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti, yang merupakan pulau terluarnya Indonesia, yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka (Malaysia) Pasalnya, permasalahan tersebut tidak mungkin dapat ditangani hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Setelah melihat langsung kondisi abrasi di Kecamatan Pulau Merebau yang sudah sangat memprihatinkan Syamsudin menjelaskan, Pulau Merbau berada di batas terluar yang berbatasan dengan Malaysia. Dengan mundurnya garis pantai yang disebabkan abrasi, maka berpengaruh pada garis terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu butuh penanganan serius terhadap abrasi ini. (Humas Meranti)
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.









