Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Mitigasi Konflik Gajah Dengan Manusia, Ini Pelatihan Dari BBKSDA dan YTNTN
PELITARIAU, Inhu - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar TNTN dan GSK-Balai Raja menerapkan Better Management Practices (BMP) gajah Sumatera. Untuk itu, perusahaan-perusahaan tersebut akan diberi pelatihan BMP Gajah Sumatera di Provinsi Riau selama empat hari di Hotel Pesona Pekanbaru.
Kegiatan yang dimulai pada Selasa 24 Juli 2018 besok, diharapkan bisa menghasilkan perlindungan, pengayaan koridor dan populasi gajah serta mitigasi konflik gajah.
Direktur Eksekutif YTNTN, Yuliantony, Senin (23/7/2018) , di Pekanbaru menjelaskan, lebih dari 20 peserta dari unsur perusahaan dan pemerintah akan mengikuti pelatihan BMP Gajah Sumatera di Provinsi Riau tersebut. Peserta pelatihan berasal dari unsur perusahaan pemegang izin HTI dan HGU, pemerintah daerah, BBKSDA Riau, BTNTN, Dishut Provinsi Riau dan KPH. Mereka akan mengikuti dua sesi pelatihan, yaitu penyampaian materi dan sesi lapangan.
Pada sesi penyampaian materi, lanjut Yuliantony, akan dihadirkan narasumber yang mempunyai kompetensi, pengalaman dan pengetahuan terkait habitat dan konservasi gajah. Sedangkan pada kegiatan praktik lapangan, peserta akan mengunjungi salah satu perusahaan yang beroperasi di sekitar kantong gajah yang telah melakukan usaha konservasi gajah.
Menurut Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, pentingnya pelatihan BMP Gajah Sumatera dilakukan, lantaran kondisi gajah di Riau mulai berada pada titik kritis. Program tanggap darurat (emergency response) yang cepat, akurat, menyeluruh, terintegrasi dan inovatif perlu segera dimulai. Intervensi seperti ini sangat penting melibatkan dan didukungan berbagai pihak kunci.
"Beberapa perkembangan terkait kebijakan dan kesempatan, seperti komitmen terhadap sustainability yang semakin tinggi dari sektor swasta serta perkembangan teknologi terkini akan dimanfaatkan secara maksimal untuk menghadapi tantangan menyelesaikan permasalahan. Tanpa itu, kesempatan untuk intervensi akan hilang dan kita akan kehilangan gajah Sumatera atau paling tidak kepunahan lokal spesies kunci di Riau," jelas Suharyono.
Pemerintah telah menetapkan target-target yang lebih spesifik untuk peningkatan populasi dan pengelolaan habitat satwa prioritas, termasuk gajah Sumatera. Hal ini telah tertuang baik dalam komitmen global dan kebijakan di tingkat nasional yang tersusun dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) untuk gajah yang dijabarkan dan dioperasionalkan pada Rencana Strategis Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Terkait pengelolaan habitat atau kawasan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga telah menargetkan terbentuknya unit-unik khusus pengelolaan kawasan hutan agar dapat lebih berfungsi maksimal melalui skema KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan), salah satunya adalah KPHK Rimbang Baling yang kini tengah dalam proses penetapan.
Ditambahkan Yuliantoni, sektor swasta juga telah melakukan perbaikan praktik pengelolaan di wilayah konsesinya. Lebih jauh, WWF bersama YTNTN akan melakukan kegiatan pendampingan terhadap pemegang izin HTI dan HGU di sekitar kawasan kantong-kantong gajah.
"Hasil dari pelatihan ini nanti, minimal ada 6 perusahaan yang bersedia melakukan penerapan BMP konservasi gajah dalam bentuk perlindungan, pengayaan koridor dan populasi gajah serta mitigasi konflik gajah Sumatera di Provinsi Riau," tandas Yuliantony. **Argus
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .









