Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dihantam Pakai Sekop, Warga Petapahan Lapor Polisi
PELITARIAU,Telukkuantan - Akibat dihantam pakai sekop bagian pahanya saat akan mendulang emas, warga Desa Seberang Gunung Kecamatan Gunung Toar, Muhammad Masril (24), melaporkan pria berinisial A (26) salah seorang petugas keamanan (PK) lokasi penambangan emas kelas kakap masih beroperasi di Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar, Kamis ( 6/11/2014 ) lalu ke Polsek Kuantan Mudik.
Menurut keterangan Muhammad Masril, kepada wartawaN disela-sela membuat laporan Polisi di Mapolsek Kuantan Mudik, sebelum dihantam pakai sekop, saat itu dirinya bersama Yuhendra (22) juga asal Desa Seberang Gunung dan Ojab (26) warga Desa Teluk Beringin juga dari Kecamatan Gunung Toar, hendak pergi mendulang emas dilokasi penambangan emas pelaku kakap yang sudah berlangsung sejak lama di desa tersebut, hari Kamis itu sekitar pukul 16.00 sore.
Namun disaat mereka tengah turun ke lokasi penambangan emas ilegal tepatnya di lubang galian alat berat PETI yang sedang beroperasi di bagian hulu Sungai Desa Petapahan, datang salah seorang PK lokasi PETI, A mendekati mereka. Kedatangan sang PK kata Muhammad Masril dan dua rekannya karena mereka di diduga akan mengambil bahan atau pasir yang ada di box dompeng.
Namun tanpa basa-basi katanya, sang PK tersebut langsung memukul dan memecahkan peralatan mendulang mereka, sampai hancur menggunakan sekop. Tidak hanya itu, sang PK kemudian katanya memukul dirinya dengan sekop dibagian paha belakang, sehingga dirinya pun terjatuh.
Karena tidak terima dengan perlakuan sang PK tersebut, kata Muhammad Masril dirinya mengadu kepada saudaranya Muis (28). Saudaranya Muis kemudian kemudian menghubungi keluarga mereka yang berada di Dusun Satu Kelumbuk Desa Seberang Gunung.
Melihat keadaan dirinya yang menjadi korban pemukulan sang PK lokasi dompeng Petapahan tersebut, kata Muhammad Masril, didampingi Muis dan beberapa orang warga Seberang Gunung lainnya langsung mendatangi Mapolsek Kuantan Mudik di Lubuk Jambi untuk melaporkan pemukulan yang dialaminya.
"Kami cuma mendulang dengan kayu, sementara mereka alat berat , malah ada 4 unit Esckavator, mereka mencari kaya, kami cuma cari makan,“ kata Muhammad dengan wajah kesal.seperti diberitakan kuansingterkini.com
Sementara itu Kapolsek kuantan Mudik Melalui Kanit Sabhara, Ipda Muklasin, menyatakan berkaitan dengan permasalahan ini pihaknya tengah meyerahkan penyelesaian terlebih dahulu kepada kedua belah pihak.“Kini tergantung kepada kedua belah pihak, Kita tunggu aja kabar dari mereka,“ujar Muklasin kepada wartawan ditengah-tengah pembuatan laporan Polisi oleh Muhammad Masril. ( ktc/cr.alfi )
Editor:Alfi Amd
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri Up.
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, Po.









