Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
BBM Belum Naik, Harga Sembako di Kuansing Sudah Melambung
PELITARIAU,Telukkuantan – Walaupun Presiden Joko Ir H Joko Widodo belum resmi mengumumkan kenaikan harga BBM, namun di lapangan harga Sembako sudah mulai merangkak naik dan sangat membebani warga termasuk di Kuansing.
Naiknya harga Sembako diakui Kadis Koperasi Industri dan Perdagangan Kuansing, Tarmis, S.Pd, MM yang dihubungi, Minggu ( 9/11/2014).“ Memang sudah ada beberapa Sembako yang naik, rata-rata di komoditi sayur mayor,”ujarnya.seperti diberitakan kuansingterkini.com
Kenaikan paling mencolok ujarnya terjadi pada harga Cabe. Hasil pantauan pada hari Rabu ( 5/11/2014 ) lalu, harga Cabe perkilogram sudah mencapai 100 ribu. Namun setelah dipantau ulang pada hari Kamis ( 6/11 ) sampai dengan hari Jumat ( 7/11 ) terjadi penurunan sekitar Rp 25 ribu perkilogram.“Sekarang rata-rata Rp 75 ribu sampai dengan Rp80 ribu perkilogram, sebelumnya hjarga cabe perkilogram rata-rata Rp50 ribu,”bebernya.
Untuk harga beras ujarnya dari berbagai jenis beras yang dijual di pasar hasil pantauan juga naik, namun kenaikan masih cukup sedikit. Sedangkan untuk daging ujarnya, tidak terjadi kenaikan alias masih stabil. Harga daging jelang kenaikan BBM masih dikisaran Rp. 110 ribu sampai dengan Rp 120 per kilogram.
Dari hasil wawancara dengan para pedagang sebutnya, kenaikan harga sayur tersebut karena stok di Sumbar sedang menipis. Menurut pengakuan pedagang, saat sedang tidak dalam masa panen.
Namun demikian diriya tetap menghimbau agar pedagang tidak memanfaatkan rencana kenaikan harga BBM untuk meningkatkan harga Sembako demi keuntungan pribadi. Jangan sampai mereka memanfaatkan momentum rencana kenaikan harga BBM untuk mencari keuntungan, karena pemerintah daerah akan senantiasa melakukan pemantauan di lapangan.
Sementara itu Fajri H salah seorang warga Koto Teluk Kuantan berharap tidak terjadi kenaikan harga, karena situasi ekonomi masyarakat saat ini sulit."Hari penghujan, harga getah turun, semua tidak bergerak, kalau BBM naik harga-harga juga akan naik, yang sulit warga kecil seperti Kami,"ujarnya mengeluh. (ktc/cr.alfi )
Editor: Alfi Amd
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









