Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1031 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2649 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5201 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2373 Kali
Warga Sambil Mengeluh, Mancing Ditengah Jalan Lintas Pasir Pengaraian-Ujungbatu
warga sedang memancing ikan di jalan lintas Pasir Pengaraian-Ujungbatu
PELITARIAU, Rohul - Keluhan dan keresahan warga atas rawannya kecelakaan saat melaju di jalan jenderal Sudirman atau jalan lintas Ujungbatu menuju Pasir Pengaraian tepatnya di depan SDN 002 Ujungbatu, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan hulu (Rohul) tak kunjung diperbaiki, sehingga membuat warga terinspirasi untuk memancing pada lubang yang tergenang air tersebut.
Salah seorang warga Firman, yang terinspirasi melakukan aksinya untuk memancing itu mengatakan, pada jalan lintas di Kec. Ujungbatu terdapat sekitar 9 titik jalan yang berlubang, dengan kedalaman rata-rata 5 sampai 20cm. Pada hari Senin, (19/12/2016).
"Setiap hari jarak tempuh yang dilewati menuju kolam pemancingan harus melintasi Kec. Ujungbatu pak, dan terkadang memancing di parit-parit besar. Tadinya saya mau memancing dikolam atau di parit besar, tetapi setelah saya banyak menemui sekitar 9 titik jalan yang berlubang, saya memilih untuk memancing disini, karena lubang inilah yang paling dalam", Ujar Firman.
Selaku warga Ujungbatu, diakuinya bahwa kerusakan jalan di seberang Telkom Ujungbatu tersebut dikarenakan kendaraan-kendaraan berat seperti, dump truck pengangkut pasir, bus lintas antar pulau antar provinsi, maupun buah sawit yang setiap harinya melintas melebihi Over Load (kapasitas muatan).
Lanjutnya, walaupun sudah disemen berkali-kali, namun tidak akan bertahan, karena jalan yang disemen tidak mampu menyeimbangi beban kendaraan-kendaraan yang melintas dan ditambah lagi air hujan yang masuk ke Drainase dalam keadaan sumbat mengakibatkan air tergenang" jelasnya.
Ia mengatakan, meskipun kerusakan sudah terjadi cukup lama, belum ada upaya pemerintah untuk kembali memperbaikinya. Akibatnya, dari hari ke hari lubang yang tergenang semakin lebar dan dalam. Padahal jalan lintas tersebut adalah salah satu jalur utama yang dilalui kendaraan antar provinsi.
Firman, salah seorang warga Ujungbatu sekaligus orang yang pernah terjebak lubang dengan kedalaman sekitar 5 sampai 20cm tersebut mengharapkan, Pemerintah daerah (Pemda) untuk tanggap dalam penanganan akses jalan utama di Kec. Ujungbatu itu.
Apalagi sebentar lagi hari mudik pergantian tahun sudah dekat. Jalur ini sudah menjadi jalur satunya untuk melintas, Kalau tidak ada tindakan dalam hal ini, bisa-bisa orang yang tadinya mau mudik, jadi ikut memancing.
"Sebenarnya niat saya memancing bukan karena ikannya pak, melainkan untuk menggerakan hati para pejabat untuk menyikapi dan membuat kebijakan", Tegasnya. **Dra.
Salah seorang warga Firman, yang terinspirasi melakukan aksinya untuk memancing itu mengatakan, pada jalan lintas di Kec. Ujungbatu terdapat sekitar 9 titik jalan yang berlubang, dengan kedalaman rata-rata 5 sampai 20cm. Pada hari Senin, (19/12/2016).
"Setiap hari jarak tempuh yang dilewati menuju kolam pemancingan harus melintasi Kec. Ujungbatu pak, dan terkadang memancing di parit-parit besar. Tadinya saya mau memancing dikolam atau di parit besar, tetapi setelah saya banyak menemui sekitar 9 titik jalan yang berlubang, saya memilih untuk memancing disini, karena lubang inilah yang paling dalam", Ujar Firman.
Selaku warga Ujungbatu, diakuinya bahwa kerusakan jalan di seberang Telkom Ujungbatu tersebut dikarenakan kendaraan-kendaraan berat seperti, dump truck pengangkut pasir, bus lintas antar pulau antar provinsi, maupun buah sawit yang setiap harinya melintas melebihi Over Load (kapasitas muatan).
Lanjutnya, walaupun sudah disemen berkali-kali, namun tidak akan bertahan, karena jalan yang disemen tidak mampu menyeimbangi beban kendaraan-kendaraan yang melintas dan ditambah lagi air hujan yang masuk ke Drainase dalam keadaan sumbat mengakibatkan air tergenang" jelasnya.
Ia mengatakan, meskipun kerusakan sudah terjadi cukup lama, belum ada upaya pemerintah untuk kembali memperbaikinya. Akibatnya, dari hari ke hari lubang yang tergenang semakin lebar dan dalam. Padahal jalan lintas tersebut adalah salah satu jalur utama yang dilalui kendaraan antar provinsi.
Firman, salah seorang warga Ujungbatu sekaligus orang yang pernah terjebak lubang dengan kedalaman sekitar 5 sampai 20cm tersebut mengharapkan, Pemerintah daerah (Pemda) untuk tanggap dalam penanganan akses jalan utama di Kec. Ujungbatu itu.
Apalagi sebentar lagi hari mudik pergantian tahun sudah dekat. Jalur ini sudah menjadi jalur satunya untuk melintas, Kalau tidak ada tindakan dalam hal ini, bisa-bisa orang yang tadinya mau mudik, jadi ikut memancing.
"Sebenarnya niat saya memancing bukan karena ikannya pak, melainkan untuk menggerakan hati para pejabat untuk menyikapi dan membuat kebijakan", Tegasnya. **Dra.
BERITA LAINNYA +INDEKS
Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat
PELITARIAU, Tembilahan – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahu.
Dirlantas Polda Riau Salurkan 3.360 Paket Bansos dan 24 Titik Air Bersih
PELITARIAU, Pekanbaru – Kepedulian Polda Riau terhadap masyarakat terus .
Wabup Muzamil Ingatkan ASN dan Perangkat Desa Tetap Netral pada Pilkades 2026
PELITARIAU,Meranti - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menegask.
Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Muzamil Ajak Masyarakat Hijrah Menuju Meranti Unggul dan Agamis
PELITARIAU,Meranti - Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan Pemerin.
Sambut Hari Bhayangkara Ke- 80 Wakapolres Buka Tournamen Bola Volly Semarakan Kampung Tangguh Anti Narkoba
PELITARIAU,Meranti - Tournamen Bola Volly Kampung Tangguh Anti Narkoba Dalam Ran.
800 Pelari Padati Bhakti Praja, Fun Run Polres Pelalawan Panaskan Road to RBR 2026
PELITARIAU, Pelalawan – Minggu pagi 21 Juni 2026 pukul 06.30 WIB, Polres Pelal.








