• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1085 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2365 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2733 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5284 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2425 Kali

  • Home
  • Sastra & Budaya

Wawancara Pemeran Wiro Sableng, Ditanya Soal Undangan Jokowi, Ini Jawabanya

zulpen

Kamis, 08 Desember 2016 13:57:28 WIB
Cetak
Wawancara Pemeran Wiro Sableng, Ditanya Soal Undangan Jokowi, Ini Jawabanya
Ken ken pemeran serial pendekar kapak maut naga geni 212 Wiro Sableng.. net
PELITARIAU, Cianjur - Aksi super damai yang dilakukan umat Islam Indonesia di tugu monas DKI Jakarta menjadi perbincangan nasional, masa dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam melakukan ibdah sholat jum,at dan menuntut pelaku (Ahok,red) diduga sudah melakukan penistaan agama islam agar di tangkap.

Memang ramai sekarang yang mengaitkan dan memberitahu demo 212 sama dengan pemeran laga Wiro sableng. Tapi, Ken Ken pemeran Wiro sableng dilansir Tirto 01 Desember 2016 kemarin, mengakui tidak ada kaitan demo 212 dengan dirinya, mungkin kebetulan saja tanggal 2 bulan 12. Gak ada hubungannya sama Wiro Sableng.

Berikut wawancaranya:.

Kenapa setelah pensiun larinya ke pertanian? Gak kerja atau bisnis di bidang lain?.

Dulunya mau lari ke perikanan dan tinggal di sisi laut. Tapi setelah kupikir-pikir, karena dari dulu aku tinggal dan beli rumah di pegunungan, aku jadi terbiasa di alam, gitu. Waktu syuting Wiro Sableng pun banyak di hutan. Gak tertarik untuk aktivitas di kota, lebih enak di desa. Karena di desa, aku coba menggeluti pertanian. Gak muluk-muluk, coba nanam jagung dulu, setelah itu merambah ke yang lain.

Jokowi akhir-akhir ini sering undang orang ke Istana. Gak diundang ke Istana, nih, sama Jokowi?.

Ya enggaklah. Jangan kaitkan aku sama demo 212, dong. Hahaha.

Memang ramai sekarang yang mengaitkan demo 212 sama aku. Tapi, ya, mungkin kebetulan saja tanggal 2 bulan 12. Gak ada hubungannya sama Wiro Sableng. Mana mungkin aku diundang ke Istana.

Soal aksi 212 besok, tanggapan Anda?.

Masalah Ahok, ya, sudah tersangka. Proses secara hukum, kalau dia bersalah, ya, hukum. Umat Islam merasa dihina-hina, saya juga tersinggung. Kita sekarang lihat prosesnya saja, Ahok sampai di mana. Kita, kan, negara hukum, tangkap Ahok misalkan dia salah, kalau dia benar yang dilepaskan. Sebagai umat Islam kita mesti tahan, legowo, dan sabar. Nabi juga dulu dikejar-kejar kok, dan dianiaya.

Di dunia politik nasional yang lagi panas sekarang, kira-kira ada gak politikus yang sifatnya kayak Wiro Sableng atau Sinto Gendeng?.

Kalau dikaitakan sama politisi, siapa ya? Gak ada, ah. Waras semua. Alhamdulillah, Indonesia pada asyik. Kalau perbedaan pendapat itu, kan, wajar-wajar saja.

Siapa politikus favorit Anda? Gak tertarik masuk politik?.

Aku gak pernah di politik. Kalau mengamati ya lewat TV saja. Aku gak lari ke politik. Studi saya gak ke sana. Saya orangnya netral.

Kesukaanku sebenarnya Anas Urbaningrum, tapi itu dulu sebelum dia kena KPK. Kalau sekarang, sih, cenderung Jokowi. Dia merakyat, kalem, dan terlihat asyik juga, sih. Tapi secara pemerintahan, aku suka Prabowo karena dia meledak-ledak. Kalau ngomong, "Wa! Wa!" (menirukan Prabowo berpidato), itu idamanku, tuh. Aku suka gayanya. Tapi Jokowi dan Prabowo sama hebatnya kok.

Apa sih perbedaan Wiro Sableng sama orang gila sungguhan?.

Sebetulnya beda-beda tipis. Karena hal yang gak mungkin dilakukan orang normal malah dilakukan Si Wiro. Kentut, merayap-rayap, dan banyak kegilaan lain. Peran ini memang luar biasa. Untuk total jadi Wiro Sableng, saya gak pernah aneh-aneh, perilaku sehari-hari biasa saja, gak pernah cekikikan juga. Saat berakting, imajinasi saya yang ambil kendali.

Mungkinkah orang sableng jadi pahlawan di dunia nyata?.

Mungkin. Karena begini, satu hal utama di Wiro Sableng adalah sifat kejujurannya. Apa yang di dalam hatinya selalu diucapkan di mulutnya. Dia gak pernah bohong. Kejujuran itulah kunci. Selemah apa pun orang, selama dia jujur, dia akan selalu bermanfaat, dan jadi pahlawan. Ada kok di era sekarang pun, aku yakin. Banyak yang slengekan dan gendeng, tapi karena jujur dia bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Wiro Sableng punya puluhan jurus. Pusing, gak, menghafalkan gerakan-gerakannya?.

Enggak kok. Tiap jurus memang selalu beda. Tapi saya akui memang gak mudah menghafalkan jurus. Semua jurus itu dibuat oleh Edi Sodikin. Dia bagus, menurut saya.

Gerakan silatnya kenapa kok cenderung lamban?.

Zaman itu memang banyak mengadopsi teknik kungfu, tapi gerakannya memang sengaja diperlambat. Tren model grip fighting di era 95-an memang begitu. Sebetulnya soal speed bisa ditambah kok. Sengaja diperlambat supaya mudah diikuti dan ditiru anak-anak. Soalnya waktu itu target audiens Wiro Sableng memang anak kecil, bukan orang dewasa. Adegan perkelahian Wiro pun masih bisa ditolerir, gak ada kekerasan di sana. Termasuk adegan cinta. Kalau kita baca bukunya langsung, masih banyak adegan-adegan percintaan. Kalau di film, memang sengaja di-pres agar jangan ada.

Ini jadi alasan Wiro Sableng di serial TV selalu kelihatan Jomblo? Padahal Wiro Sableng punya banyak penggemar macam Puti Angsa Putih, Luhjelita, Luhcinta, Wulan Srindi, Nyi Roro Manggut, Ning Intan, Purnama, Anggini, Puti Andini, dll?.

Ya skripnya gitu, mau bagaimana lagi?.

Benar, Wiro dikelilingi perempuan-perempuan cantik, tapi dia terlalu cuek. Gak aneh sih, Wiro ini didikan Sinto Gendeng. Dia tidur di hutan. Dia juga pemuda sableng. Dia turun gunung saat ada kekacauan saja, bukan untuk cari jodoh.

Sebagai pemeran Wiro Sableng, lebih pilih Bidadari Angin Timur atau Dewi Bunga Mayat?.

Hmmm, bingung saya. Memang edan itu. Hal yang paling aku takutkan ya adegan cinta seperti itu. Hmmm... Bidadari Angin Timur, konflik cintanya luar biasa, dan lebih dominan. Tapi Dewi Bunga Mayat juga gak bisa dianggap enteng, itu konflik romantisnya edan juga. Konflik itu memang sengaja dibuat Bastian Tito, luar biasa banget, saya salut ke beliau.

Kalau lihat di TV, kan, kayak sakti banget. Bisa jalan di air, bisa terbang. Ada yang percaya Anda bisa begitu?.

Kalau kanuragan, mereka percaya. Karena mereka lihat kanuragan saya saat bertarung dan memperagakan silat di TV. Saya memang memperdalam ilmu itu. Tapi kalau yang terbang, jalan di air ya enggak mungkinlah. Itu, kan, cuma film.

Sebagai fan Wiro Sableng, saya kadang kesal. Kenapa Wiro Sableng itu cenderung bertahan dan counter attack. Pengen kayak Jackie Chan atau Steven Seagal? Atau memang tipikal jagoan harus begitu?.

Betul banget. Wiro Sableng itu bukan tipikal penyerang. Dia penunggu. Dia lebih banyak lihat serangan lawan, baru dia ambil kesimpulan, anggap ini pertarungan serius atau tidak. Ini khasnya Wiro.

Kalau ilmu lawannya di bawah dia, selalu timbul lelucon ke musuhnya. Meledek, gitulah.

Kenapa sih harus pakai kapak? Kalau Anda Bastian Tito, enaknya Wiro Sableng itu pakai senjata apa?.

Itu yang repot. Karena permainan kapak tidak bisa berkembang. Toya bisa berkembang. Pedang apalagi. Patmayoni juga. Kapak yang susah. Sangat susah soalnya benda kecil. Kalau patmayoni, bisa diputer ke mana-mana. Toya bisa main kayak Jet Lee. Kapak gak bisa berkembang kayak begini-begini (memperagakan gaya pedang).

Kalau saya jadi Bastian Tito, kapak itu pilihan tepat. Karena yang pakai kapak cuma Wiro Sableng. Kalau Wiro Sableng dikasih pedang, wah, bisa hancur semuanya, karena dia sableng. Wiro Sableng juga gak bisa main pedang. Mana pernah dia menggunakan pedang setelah merebut pedang lawan? Dia percaya diri, mendingan pakai tangan kosong.

Kok senjata di Wiro Sableng itu kelihatan banget palsunya? Kadang gabusnya kelihatan vulgar. Kalau nonton Wiro Sableng sekarang, jadi ilfeel.

Di era itu sudah bagus. Waktunya juga sempit, dan adanya begitu. Ya, namanya juga 1995.

Merasa ganteng saat perankan Wiro Sableng?.

Enggak. Pas-pasan sajalah.

Saat perankan Wiro sering pakai bedak, ya? Tebal banget.

Iya, betul sekali. Wajarlah, saya banyak tahi lalat hitam-hitam, pengin kelihatan rapi. Lagi pula kulit mukaku gak bagus. Kadang di luar syuting orang liat aku, "ya ampun, kok begini". Tapi kadang ada pula yang bilang aku manis. Ya, dulu, bukan sekarang.

Hal yang selalu diingat penggemar serial TV Wiro Sableng itu bloopers-nya, di akhir selalu ditampilkan adegan-adegan gagal. Nah, di situ kan ada adegan dokar nyungsep, dan Anda masih bisa loncat. Masih ingat kejadian itu?

Itu dokar beneran nyungsep, lhoh. Itu kejadian yang paling membuat saya kecewa saat main di Wiro Sableng. Waktu itu, saya gak bisa menyelamatkan pemeran Putri Laramurni, namanya Yanti. Gara-gara kecelakaan itu dia gegar otak. Cukup parah juga.

Saya gak sempat tarik dia, karena waktunya yang mepet, posisi dokar juga udah miring, makanya saya keburu loncat. Lumayan itu dokar jatuh ke jurang yang tingginya dua meteran, bawahnya bebatuan. Lokasi syuting kejadian ini di daerah Wonogiri.

Dulu sekolah di STM, suka berantem?.

Gak suka. Gak hobi. Aku banyak kesibukan di luar, hobi mancing, berenang, dan jalan-jalan. Gak banyak nongkrong sama berantem. Masih senang pakai kemeja panjang?.

Waktu masih jadi artis. Sekarang udah jadi petani mah enggak, biasa saja. Alasan saya pakai kemeja panjang karena memang suka rapi. Ditambah, kemeja panjang bisa menutupi tangan saya yang gak ada urat. Saya kadang gak pede. Meski olahraga keras, tetap saja gak ada urat dan ototnya.

Kalau merujuk aktor-aktor yang pernah perankan Wiro Sableng, Anda gak takut seperti Toni Hidayat yang mengidap gila benaran?.

Enggaklah. Aku normal, jangan terlalu dihayati deh. Kalau di luar akting, ya sudah. Kalau dihayati ya memang bisa [gila]. Sangat bisa dominan.

Tulisan 212 di dada itu pakai spidol, ya?.

Cuma spidol. Tapi, ya, meski gak ada tanda 212, walaupun usia sudah 48 tahun, saya masih bisa jadi pendekar kok. Ibaratnya saya saat in lagi naik gunung. Saya sebenarnya pengin juga turun gunung, mau bikin tutorial jurus-jurus gitu di Youtube, tapi nanti saja deh. **.



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Sastra & Budaya

Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura

Sabtu, 09 Mei 2026 - 12:09:42 WIB

PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.

Sastra & Budaya

13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia

Ahad, 27 Juli 2025 - 17:32:43 WIB

PELITARIAU , Jakarta  – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.

Sastra & Budaya

Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:57:20 WIB

PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.

Sastra & Budaya

Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur

Senin, 07 Juli 2025 - 15:33:45 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.

Sastra & Budaya

Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa

Selasa, 01 Juli 2025 - 22:20:40 WIB

PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.

Sastra & Budaya

Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja

Selasa, 01 April 2025 - 17:38:06 WIB

PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.

Terkini

  • +INDEX
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 2 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 3 Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
  • 4 Wabup Muzamil Instruksikan Seluruh Aparat Desa Dukung Percepatan Sensus Ekonomi 2026
  • 5 Bupati Asmar Teken Kerja Sama Program Desa Bebas Api, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti
  • 6 Wakapolres Kepulauan Meranti Hadiri Penandatanganan MoU Desa Bebas Api PT RAPP, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
  • 7 Meriahkan Hari Bhayangkara Ke - 80 Polres Meranti Gekar Olaraga Bersama Penuh Kebersamaan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved