DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Soal Tapal Batas Dititik 34 Tidak Libatkan Masyarakat

Kadus Inhu : Kesepakatan Tapal Batas Inhu-Inhil Belum Di Uji Lapangan

Editor : Jumat,22 Agustus 2014 | 13:07:43 WIB
Kadus Inhu : Kesepakatan Tapal Batas Inhu-Inhil Belum Di Uji Lapangan Ket Foto : ilustrasi :
PELITARIAU, Rengat- Masyarakat Desa Sungai akar khususnya di Dusun Kayu Kawan menolak keras hasil kesepakatan Inhu-Inhil di titik 34. sepanjang lebih kurang 9 KM dari KM 10 ditarik masuk ke arah Inhu mmebuat wilayah Desa Sungaiakar Kecamatan batanggansal terbelah. sebahagian dinyatakan masuk Inhil. padahal tidak ada alasan mengapa titik kordinat itu ditaik sampai ke Sungaikar membuat banyak aset desa khusunya aset Inhu dirampas Inhil.
 
"Silahkan Pemkab Inhu dan Pemkab Inhil sama-sama turun ke titik 34, coba lihat, apakah sesuai dengan data yang diambil oleh Badan Informasi Geofisika (BIG) yang diturunkan beberapa lalu, sesuai informasi dari perwakilan masyarakat Sungiakar yang turun mendampingi tim dari BIG data saat ini tidak sama," tegas Kepala Dusun Kayukawan Desa Sungaiakar-Inhu, Zainal kepada pelitariau.com. Jum,at (22/8/2014).
 
Zainal menegaskan, Pihak pemkab Inhu dan Pemkab Inhu tidak pernah mensosialisasikan kepada masyarakat Sungaiakar kalau, tapal batas yang akan disepakati akan mengambil wilayah Desa Sungaiakar Inhu. "300 KK kami saat ini tergantung-gantung, kami secara tegas enggan berurusan ke Pemkab Inhil yang sangat berbelit-belit itu," katanya.
 
Zainal juga mengancam, akan melakukan aksi menyampaikan aspirasi masyarakat di hadapan DPRD Inhu dan Bupati Inhu sebab, tim yang diturankan Pemkab Inhu tidak pernah melakukan sosialisasi di tengah masyarakat Desa Sungaikar khusunya di daerah yang berbatasan langsung. "Titik 34 yang di sebut-sebut titik batas tidak pernah diketahui masyarakat, saat surat kesepakatan kami baca barulah kami tau kalau titik 34 ada di daerah Sungaiakar," ucapnya.
 
Lebih jauh disampaikanya, Perwakilan masyarakat yang akan dipimpinnaya akan mengelar musyawarah, selanjutnya hasil musyawarah akan disampaikan secara tertulis kepada Gubernur dan Presiden. "Kami akan persoalkan kesepakatan yang tidak berdasar ini sampai ke Presiden, sebab rumah kami, lahan kebun kami disebut-sebut masuk Inhil," jelasnya. (cr.pen)

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved