DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Darurat Peredaran Narkoba, LBH Indragiri Minta 5 Pasang Cabup Inhu Buat Komitmen Bentuk BNNK

Editor :Yudha Kamis,05 November 2020 | 00:59:19 WIB
Darurat Peredaran Narkoba, LBH Indragiri Minta 5 Pasang Cabup Inhu Buat Komitmen Bentuk BNNK Ket Foto : Direktur LBH Indragiri, Rachman Ardian Maulana,SH didampingi advokat LBH Indragiri Alnasri Nasution,SH dan humas LBH Indragiri Suherwin

PELITARIAU, Inhu - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indragiri, meminta 5 pasang Calon bupati (Cabup) Indragiri hulu (Inhu) yang bertarung tahun 2020 melihatkan komitmennya untuk menyelamatkan putra putri Inhu dari pengaruh peredaran gelap Narkotika psiko tropika dan obat obatan terlarang (Narkoba). 

Menurut direktur LBH Indragiri Rahcman Ardian Maulana SH didampingi advokat LBH Indragiri Alnasri Nasution SH kepada wartawan Kamis (5/11/2020) menjelaskan kalau tidak ada komitmen dari Pemerintah daerah (Pemda) tentang penyelamatan korban peredaran gelap Narkotika dan obat obatan terlarang, di Inhu sendiri harus di dirikan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) untuk pencegahan dan penindakan.

"Pengguna narkoba yang ditangkap polisi di Inhu dengan bukti menyebutkan tersangka hanya pemakai, maka tersangka itu adalah korban dan semustinya di rehabilitasi, hukuman penjara menyelamatkan korban Narkoba," kata Rachmad dan Alnasri lulusan fakultas hukum universitas Bung Karno Jakarta ini.  

Menurut data LBH Indragiri, Ganasnya peredaran Narkoba di Inhu, sudah memasuki semua lini golongan masyarakat. Korban peredaran Narkoba di Inhu bukan hanya dikalangan remaja saja, namun pengguna narkoba tidak pernah dimasukkan sebagai korban dan dihukum penjara sudah memasuki semua lini golongan masyarakat mulai dari kalangan aparatur pemerintah, sampai dengan kaum buruh dan petani di Inhu menjadi korban peredaran Narkoba.

"Masyarakat Inhu sebagai pengguna Narkoba yang ditangkap polisi tidak satupun digolongkan sebagai korban dan mendapatkan asesmen serta di rehabilitasi, namun semua pengguna narkoba di Inhu yang ditangkap dihukum penjara dengan vonis hakim rata-rata 4 tahun ke atas," kata Rachman seraya mengatakan jangan hanya penindakan saja namun harus seimbang dengan pencegahan peredaran Narkoba di Inhu. 

Semantara itu, Alnasri menambahkan, semua stek holder di daerah dan pemerintah pusat serius  memperhatikan korban Narkoba dan untuk di Inhu diminta kandidat calon bupati yang bertarung di Inhu membuat program pencegahan terhadap bahaya Narkoba.

"Pengguna narkoba merupakan generasi muda yang masih produktif, diharapkan calon bupati melihatkan keseriusan dan komitmen jika terpilih akan membangun panti rehabilitasi korban narkoba dan mendirikan BNNK di Inhu," harapnya. **Prc


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved