• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1112 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2397 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2766 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5323 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2436 Kali

  • Home
  • Olahraga
  • Pekanbaru

Mengenang Era Terbaik Barcelona 2008-12: Ternyata Bukan Guardiola yang Temukan Tiki-Taka

Era Puspita

Jumat, 17 April 2020 09:44:52 WIB
Cetak
Mengenang Era Terbaik Barcelona 2008-12: Ternyata Bukan Guardiola yang Temukan Tiki-Taka

PELITARIAU, Barcelona - Ketika Barcelona bermain pada puncak tiki-taka di bawah Josep Guardiola, tim lawan tidak bisa merebut bola dari mereka, apalagi mencetak gol. Beberapa tahun lalu, Blaugrana pernah jadi raja sepak bola dunia.

Guardiola ditunjuk sebagai pengganti Frank Rijkaard pada tahun 2008. Saat itu banyak yang meragukan kualitas Guardiola, dianggap tidak pantas melatih tim senior begitu cepat.


Biar begitu, keraguan itu sirna hanya dalam beberapa bulan. Permainan Barca menunjukkan tanda-tanda positif, nyaris sempurna. Guardiola berhasil meracik taktik yang tepat untuk pemain-pemain Barca saat itu.

UEFA bahkan melabeli Barcelona 2008-12 sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah kompetisi mereka. Mengapa demikian? Apa yang membuat Barca saat itu istimewa?

Tahun Keemasan

Frank Rijkaard membawa Barca menjuarai Liga Champions 2005/05, tapi kualitas Barca perlahan merosot. Lalu, Guardiola yang saat itu menangani tim B dipromosikan jadi pelatih tim senior. Keputusan pihak klub ini sungguh penting.

Selama empat tahun menangani Barca, Guardiola membimbing timnya meraih menjuarai 14 dari 19 kompetisi yang mereka mainkan, termasuk enam trofi di musim 2008/09: Spanish Super Cup, La Liga dan Copa del Rey, plus Liga Champions, UEFA Super Cup, dan FIFA Club World Cup.

Selain kejayaan trofi itu, yang tidak kalah penting adalah keberanian Guardiola memberikan kesempatan debut pada 22 pemain yang datang dari akademi Barcelona. Tim itu membesarkan nama Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi yang merupakan jebolan La Masia.


"Mereka merupakan tim terbaik yang pernah kami [MU] hadapi pada masa saya sebagai manajer. Tidak ada tim yang bisa membuat kami kesulitan seperti itu. Ini momen luar biasa bagi mereka. Mereka layak menang sebab mereka bermain dengan tepat dan menikmati sepak bola," ujar Sir Alex Ferguson usai MU takluk dari Barcelona di final Liga Champions 2010/11.

Langkah Pertama Barcelona

Laju Barcelona tidak selalu mulus pada musim 2008/09. Meski sudah dikenal dengan gaya bermain tiki-taka, ada beberapa tim yang bisa menemukan celah untuk mempersulit Barca.

Skuad Barca akhirnya melangkah ke level yang lebih tinggi pada duel semifinal Liga Champions 2008/09, ketika gol menit akhir Andres Iniesta membantu Barca memetik hasil imbang 1-1 di Stamford Bridge dan mendapatkan satu tempat di final berkat hitungan agresivitas gol tandang.

Saat itu, Chelsea di bawah Gus Hiddink telah menemukan gaya bermain terbaik untuk menghadapi tiki taka. Mereka bertahan dengan solid dan begitu dalam, menjaga Messi dengan ketat dan memaksa permain Barca lainnya untuk melepas tembakan jarak jauh.


Chelsea berhasil menahan imbang Barca 0-0 di Camp Nou, sempat unggul 1-0 di Stamford Bridge, sampai akhirnya gol Iniesta mengubah segalanya.

Filosofi yang Mengubah Sepak Bola

Tiki-taka selalu dikenal sebagai taktik Barcelona yang dibentuk Guardiola, tapi itu tidak sepenuhnya benar. Mengutip laman resmi UEFA, sebenarnya tim Spanyol yang menjuarai EURO 2008 sudah terlebih dahulu memainkan gaya bermain tersebut.

Saat itu, Spanyol di bawah Luis Aragones berusaha menjaga penguasaan bola saat menyerang dan mencoba memecah pertahanan lawan dengan aliran umpan yang lebih cepat. Biar begitu, Guardiola menyempurnakannya dengan pendekatan yang lebih ofensif.

Guardiola menggunakan tiki-taka dalam formasi 4-3-3. Dia beruntung punya talente luar biasa seperti Messi dan Iniesta yang bisa mengalirkan umpan begitu cepat di daerah pertahanan lawan.

Genius Guardiola


"Berada di sini memberi saya rasa puas tersendiri, sama besarnya dengan tanggung jawab yang saya pikul," kata Guardiola pada pemainnya ketika pertama kali bekerja pada 17 Juni 2008. "Saya tidak akan membuat Anda kecewa. Jika saya merasa tidak siap, saya tidak akan berada di sini."

Saat itu Guardiola masih 37 tahun, belum punya banyak pengalaman sebagai pelatih. Modal terbesarnya adalah pengalaman jadi pemain Barcelona dan pernah belajar di bawah Johan Cruyff.

Namun, apa yang dilakukan Guardiola ternyata jauh melebihi ekspektasi. "Pep adalah orang dengan hasrat tinggi yang bisa membuat Anda terkejut mendengar ide-idenya," kata Xavi.

Siapa Saja Pemain Bintangnya?

 


Xavi Hernandez: Otak permainan Barca, nyawa lini tengah, dan perwakilan Guardiola di lapangan. Pada Oktober 2011, Guardiola pernah bicara soal Xavi, katanya: "Xavi bakal sangat sulit digantikan. Bukan hanya karena apa yang dia berikan di lapangan, tapi tentang respeknya sebagai pemimpin di ruang ganti."

Andres Iniesta: Dengan kemampuan yang luar biasa, terkadang seperti penyihir di lapangan. Iniesta sudah membayangkan 5-8 langkah sebelum menerima bola. Dia adalah pemain genius yang membuat hal-hal sulit tampak sederhana.

Lionel Messi: Tidak perlu diperdebatkan lagi, Messi adalah sentuhan ajaib pada tim tangguh Guardiola. Messi menyumbang begitu banyak gol dan menjelma jadi perwujudan sepak bola Barcelona itu sendiri. **Prc5

sumber: UEFA



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Olahraga

Open Turnamen Pengalihan Cup III 2026 Resmi Dibuka, 59 Klub Siap Perebutkan Gelar Juara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:29:33 WIB

PELITARIAU, Inhil - Open Turnamen Sepak Bola Pengalihan Cup III Tahun 2026 Jumat.

Olahraga

Nabil FC Berhasil Maju Babak Selanjutnya Setelah Mengalahkan PSC Young Abadi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:58:32 WIB

PELITARIAU, Pelalawan - Tim Nabil FC lolos keputaran selanjutnya piala Gubernur .

Olahraga

Pemprov Riau Dukungan Penuh, Fasilitas GOR Remaja Jadi Pusat Kejuaraan Taekwondo

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:02:01 WIB

PELITARIAU, PEKANBARU - Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Riau kem.

Olahraga

32 Tim Ramaikan Turnamen Futsal Piala SAPMA IPK Cup I Bengkalis

Ahad, 11 Januari 2026 - 23:26:15 WIB

PELITARIAU, BENGKALIS – Sebanyak 32 tim dipastikan ambil bagian dalam Turnamen.

Olahraga

Dispora Riau Dorong Pembinaan Atlet Lewat Turnamen Desa

Senin, 11 Agustus 2025 - 08:46:25 WIB

PELITARIAU, Kampar — Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kepemud.

Olahraga

4 Tahun Vakum, Bupati Cup Karta IPK Desa Kuala Kilan Kembali Digelar Meriah

Ahad, 06 Juli 2025 - 19:06:18 WIB

PELITARIAU, Inhu – Setelah sempat vakum selama empat tahun akibat pandemi Covi.

Terkini

  • +INDEX
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bongkar Jaringan Sabu, Dua Orang Diringkus
05 Juli 2026
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
05 Juli 2026
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
04 Juli 2026
Melihat Bhabinkamtibmas Polsek Batang Cenaku Rutin Dampingi Peternak Ikan
04 Juli 2026
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
04 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
04 Juli 2026
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
04 Juli 2026
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
04 Juli 2026
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
04 Juli 2026
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
  • 2 Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
  • 3 Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
  • 4 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 5 PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
  • 6 Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Bentuk Pansus Bahas Tujuh Ranperda
  • 7 Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved