DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Cegah Perkembang Biakan Nyamuk Pasca Banjir, PT TPP Lakukan Fogging di 3 Kecamatan

Editor :Ramdana Rabu,05 April 2017 | 11:14:00 WIB
Cegah Perkembang Biakan Nyamuk Pasca Banjir, PT TPP Lakukan Fogging di 3 Kecamatan Ket Foto : Tim fogging dari perusahaan perkebunan PT Tunggal Perkasa Plantation sedang menyemprotkan asap di sekitar pemukiman masyarakat

PELITARIAU, Rengat - Tingginya curah hujan yang mengakibatkan meluapnya sungai Indragiri, menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) banjir. Untuk di wilayah Kecamatan Pasirpenyu dibeberapa titik pasca banjir dilakukan fogging, fogging dimaksudkan mencegah terjadinya perkembang biakan nyamuk di Kecamatan Inhu.

Kegiatan fogging wilayah Kecamatan Pasirpenyu, pertama sejak air surut dilakukan oleh pihak perkebunan kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP) di sejumlah titik pemukiman warga pada Senin (3/4/2017) selama dua hari sampai dengan Selasa (4/4/2017).

"Kita melakukan fogging sejak senin kemarin, kita sudah  melaksanakan fogging di sejumlah titik, salah satunya fogging dilakukan di seputar lingkungan masyarakat desa Sekar Mawar.," ujar CDO PT TPP Yanuar Wahyudi didampingi CCO PT TPP, Dede Putra, Rabu (5/4) di Airmolek.

Dijelaskannya, perkebunan PT TPP berada dilingkungan sejumlah desa di Kecamatan Pasirpenyu dan Kecamatan Lirik dan Sei-Lala, dimana fogging yang dilakukan untuk mencegah terjadinya perkembang biakan nyamuk. Fogging pertama, dilakukan oleh tim fogging PT TPP di lingkungan desa dekat dengan perusahaan.

"Fogging ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk masyarakat di desa sekitar perusahaan, dimana setelah bencana banjir waktu lalu saat ini mulai ditemukan penyakit akibat gigitan nyamuk," jelasnya.

Selain PT TPP melakukan fogging pasca banjir, pihak PT TPP juga gencar mesosialisasikan pencegahan perkembang biakan nyamuk Deman Berdarah Dangue (DBD) dengan cara melaksanakan 3M. Diamana kegiatan masyarakat Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air dan Mengubur barang bekas harus secara rutin dilakukan. "Masyarakat harus senantiasa waspada terhadap wabah nyamuk DBD, nyamuk ini selalu datang pasca banjir," jelas Dede menambahkan.

Pelaksanaan fogging katanya, hanya untuk mencegah perkembang biakan nyamuk secara semantara, namun yang terpenting adalah bagaimana masyakat dapat mengelola lingkungan sekitar dengan baik dan melaksanakan program 3M. "Rencana kami akan melaksanakan program fogging di 3 kecamatan yaitu pasir penyu, lirik dan sei-lala dan kami fokuskan di desa yang terkena wabah demam berdarah," tutupnya. **zpn


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved