PELITARIAU, Meranti- Dini Aira Safana (3) warga Jalan Perumbi Kanan Gang Mekar Hijau Desa Banglas Barat Kecamatan Tebing Tinggi Selatpanjang, harus menderita penyakit pembuluh darahnya pecah serta mata membengkak dan membiru.
Bocah perempuan dari pasangan Mardi (34) dan Sri Mulyani alias Cici (31) harus menderita penyakit seperti itu akibat Kabut asap yang makin diperparah akibat kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) Disejumlah Daerah yang ada di Indonesia Khususnya di Riau yang dekat dengan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Menurut Keterangan dari orang tua Dini, pada Jumat (23/10/2015) siang kemarin di kediamannya rumahnya, Mengatakan kalau Dini dikenal dengan anak yang aktif dan sering keluar rumah, "sering keluar rumah juga untuk beraktifitas biasanya, seperi anak-anak lainnya. walaupun dengan pengawalan," jelasnya.
"sebelumnya Dini cuman batuk-batuk biasa, tapi enggak tahu kenapa ada yang aneh dari dirinya, makanya saya rujuk ke RSUD di Meranti," terangnya.
Lanjut kata Cici, "setelah itu, kata Dokter yang menangani Dini Mengatakan, Kalau anak saya mengidap penyakit Ispa akibat kabut asap Dalam jangka 100 hari pasti akan hilang," terang Cici kembali dengan hati yang sedih.
Batuk tak kunjung sembuh, kini Bocah kecil itu harus mengalami matanya yang mulai membengkak serta membiru. "Setelah diperiksa, ternyata Ispa yang diderita anak saya makin parah. Dimana akibat sering batuk keras, pembuluh darah pecah sehingga membuat keputih-putihan di mata menjadi merah, memar di bagian kelopak mata," Jelasnya.
Dikarenakan RSUD di meranti tidak ada obat terkait penyakit tersebut, dan disarankan agar dirujuk ke rumah sakit Santa Marya Pekanbaru. "Disana Katanya ada Dokter spesialis mata dan anak ada. sebenarnya Kami ingin merujuknya ke rumah sakit di Batam.
Pasalnya kan di Pekanbaru juga kabut asap terbilang pekat. Tapi sudah disarankan di sana (pekanbaru, red), ya kita coba dulu meskipun belum tahu biayanya," terang Cici.
Tak hanya sampai disitu, Pihak keluarga juga mengharapkan kepada Pemerintah agar menangani kasus ini dengan serius, pasalnya akibat karlahut asap pekat jadi ada dan bisa berbahaya.***wr
Kasihan, Bocah Perempuan Di Meranti Harus Mengidap Pembuluh Darah Pecah dan Mata Membengkak
Ikuti Terus Pelitariau.com