Kanal

Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura

PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata budaya dan kuliner Melayu melalui agenda one day trip ke kawasan Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut terlaksana atas kesepakatan bersama para anggota komunitas, dengan dukungan fasilitas transportasi berupa bus dari seorang donatur yang merupakan relasi anggota HK.

Ketua Harmoni Kasih, Sri Yanti, didampingi Sekretaris Tutin Apriyani, Bendahara Hanifli, serta Manajer Een Nazar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rekreasi sekaligus healing komunitas yang diikuti sekitar 20 anggota, mayoritas berusia lanjut.

Menurut Sri Yanti, perjalanan wisata ke Siak tidak sekadar rekreasi, tetapi juga menjadi ungkapan rasa syukur atas pulihnya kesehatan sejumlah anggota, sekaligus mempererat silaturahmi di antara sesama anggota komunitas.

"Selain melepas penat, kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan untuk memperkuat rasa kekeluargaan di antara anggota," ujar Sekretaris HK, Tutin Apriyani.

Penasehat Harmoni Kasih, Nazaruddin Hoesin, menambahkan bahwa pemilihan Kota Siak sebagai tujuan wisata memiliki makna tersendiri. Kota tersebut dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu di Provinsi Riau, sehingga kunjungan ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal.

"HK terdiri dari anggota lintas suku dan etnis. Karena itu, kami ingin memaknai falsafah Melayu di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," katanya.

Selama berada di Siak, rombongan menyusuri Istana Asserayah Al Hasyimiah dengan dipandu petugas wisata. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah kejayaan Kesultanan Siak Sri Indrapura hingga masa pemerintahan Sultan Syarif Kasim II yang menyerahkan kerajaan untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rombongan juga berkesempatan menyaksikan berbagai koleksi bersejarah di dalam istana, seperti kursi emas kerajaan, cermin legendaris, gramofon Komet yang disebut hanya ada dua di dunia, serta guci kuno asal Tiongkok.

Sebelumnya, peserta menikmati makan siang khas Melayu di tepian Sungai Siak, kawasan Mempura. Suasana kebersamaan semakin hangat saat rombongan menikmati kelapa muda di bawah Jembatan Sungai Siak sambil bernyanyi bersama, yang ditutup dengan lagu "Kemesraan".

Komunitas Harmoni Kasih sendiri baru berdiri pada 22 Januari 2026. Meski tergolong muda, komunitas ini telah aktif menggelar berbagai kegiatan kebersamaan, termasuk wisata healing ke Jam Gadang dan Kota Bukittinggi serta Lembah Harau di Payakumbuh, Sumatera Barat. **prc/91


Ikuti Terus Pelitariau.com

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER