PELITARIAU,Meranti - Tim Reaksi Cepat BPBD turun ke lokasi menindaklanjuti laporan dari masyarakat parit jang, desa kedabu rapat perihal keberadaan seekor buaya di parit sekitar pemukiman penduduk setempat yg meresahkan warga dan telah memangsa hewan peliharaan warga setempat, Senin 13/10/25.
TRC BPBD berjumlah lima orang Satgas BPBD langsung turun kelapangan dengan di Komandoi oleh Kabid kedaruratan dan logistik ARDATH, S. IP dan didampingi oleh Kepala Desa Mahadi, S. IP beserta perangkat Desa Kedabu Rapat sudah memantau lokasi dan mengidentifikasi dan menganalisa kondisi TKP, untuk kemudian akan kami ambil langkah dan antisipasi dalam waktu dekat agar buaya tersebut bisa kita relokasikan ke tempat yang semestinya sebelum ada korban mengigat buaya adalah satwa yg dilindungi tidak boleh dibinasakan sehingga penaganannya membutuhkan orang-orang yang ahli dalam bidangnya, kami akan berkoordinasi dgn pihak-pihak dan orang yang sudah berpengalaman dalam penyelesaian masalah yang melibatkan buaya ini, ucap Ardath.
Permintaan warga buaya ini harus segera di tangkap karena udah besar panjangnya lebih kurang 4 meter dan sangat meresahkan masyarakat Desa Kedabu Rapat Parit Jang mohon kepada BPBD atau Damkar agar bisa kerja sama dengan masyarakat untuk penanganan menangkap buaya tersebut agar tidak menimbulkan korban jiwa, ucap salah satu warga.
Kepala Desa Kedabu Rapat Mahadi, S. IP menuturkan bahwa mengharap kepada Kabid kedaruratan dan logistik ARDATH, S. IP yang turun langsung ke lokasi agar ini t cepat di tanggapi agar tidak trjadi mangsa atau korban.karna buaya ini sering timbul dan berpanas di sekitar parit dan tidak jauh di puskesmas kedaburapat untuk saat ini dari desa hanya bisa memasang sepanduk amaran agar berhati- hati dan kemaren pernah di tangkap memakai jaring oleh msyatakat kemudian di antar di buang ke sungai sempian namun berselang satu minggu datang lagi kesini , pertame 1 ekor dan sekarang sudah ada 2 ekor berukuran 2 meter setengah dan 1 meter setengah, ucap Mahadi.
Kepala BPBD Meranti M Khardafi, SE, M. IP, Menyampai kan bahwa Mengingat minim nya peralatan penangkapan dan sumber daya BPBD meranti miliki saat ini, Besok kami akan berkoordinasi dengan BKSDA balai konservasi sumber daya alam Provinsi Riau yang khusus menangani satwa liar yang dilindungi dan menganggu ketenangan masyarakat wilayah Riau, kami meminta didatangkan tim yang berpengalaman menangani persoalan buaya di kedabu rapat ini memang membahayakan dan harus cepat di tangani, akhir Dafi. **