DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Kasus DBD Di Pelalawan Mengalami Peningkatan Signifikan

Editor : Selasa,11 November 2014 | 07:19:00 WIB
Kasus DBD Di Pelalawan Mengalami Peningkatan Signifikan Ket Foto : ilustrasi

PELITARIAU, Kerinci-Sejak bulan Januari sampai November 2014, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pelalawan mengalami peningkatan signifikan. Pasalnya, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Pelalawan tercatat 84  kasus DBD.


"Sampai November tahun 2014 ini, kita telah menemukan dan menangani kasus DBD sebanyak 84 kasus. Sedangkan pada tahun lalu, kita hanya menemukan kasus DBD sebanyak 30 kasus. Jadi untuk tahun ini, kasus DBD di Pelalawan telah mengalami peningkatan cukup signifikan," terang Kepala Dinas Kesehatan dr Endid R Pratiknyo melalui Kabid P2PL dr Rafles  Selasa (11/11).

Raffles mengatakan bahwa dibanding tahun 2013 lalu di bulan yang sama, jumlah kasus DBD di Kabupaten Pelalawan hanya mencapai 25 pasien yang tersebar diempat kecamatan. Namun di tahun 2014 ini, hanya tiga kecamatan saja di daerah ini yang nihil ditemukan kasus penyakit DBD yakni Kecamatan Kuala Kampar, Ukui dan kecamatan Pangkalan Lesung.

"Sedangkan untuk tahun ini, kasus DBD yang paling terbanyak berada di Kecamatan Pangkalan Kerinci sebanyak 52 kasus dan kecamatan Pangkalan Kuras sebanyak 13 kasus," ujarnya. 

Meningkatnya jumlah kasus DBD dinegeri Bono ini, sambungnya, akibat dampak dari perubahan cuaca yang ektrim ataumusim pancaroba. Selain itu, peningkatan jumlah kasus penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aigypti ini juga akibat mulai menurunnya kesadaran masyarakat untuk melakukan program 3 M (Menguras, menimbun dan membakar) tempat-tempat yang menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

"Untuk itu, pihaknya kembali menghimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta melakukan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungannya seperti melakukan normalisasi saluran air yang tergenang, karena tentunya bisa mejadi media sarang
nyamuk. Serta menguburkan dan membakar sampah yang berserakan dilingkungannya masing-masing. Terutama dilingkungan yang berpotensi terjadinya bencana banjir.

Ditambahkannya, namun demikian pihaknya juga terus melakukan upaya agar kasus DBD ini tidak kembali mengalami peningkatan seperti melakukan fogging, sosialisasi DBD, abatesasi dan juga mengaktifkan kader Jumantik. Dengan adanya upaya kita dan peran aktif
masyarakat, maka kasus DBD ini dapat ditekan serta diantisipasi," tutupnya. (kor. htl)

 

Editorial: Rio Ahmad

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved